Langsung ke konten utama

Korea, Afghanistan Dan Lingkaran Setan Perang Tiada Akhir

Ilustrasi Perang
Forum Muslim - Ada sebuah benang merah antara perang Korea yang berakhir dengan gencatan senjata pada 1953 sampai sekarang, dengan perang ‘melawan teror’ yang telah berjalan selama 16 tahun di Afghanistan, dan benang merah tersebut tidak banyak diketahui khalayak awam.
Mari kita mulai dengan Korea Utara.
I: Korea Utara Menyikapi eskalasi yang terjadi di Semenanjung Korea akhir-akhir ini, Menlu Federasi Rusia, Sergey Lavrov pernah mengajukan gagasan bernama “double freezing”: Rusia dan China akan mendesak Kim Jong-Un untuk menghentikan segala ujicoba nuklir dan menghentikan agitasi lewat peluncuran rudal balistik tipe apapun di kawasan, sementara Amerika dan Korea Selatan dihimbau juga agar menghentikan rangkaian latihan militer gabungan antar kedua negara, yang kerap digunakan sebagai gertakan terhadap Pyongyang.
Diatas kertas, gagasan tersebut adalah langkah diplomatik yang bagus. Tetapi pada penerapannya, kemitraan strategis Rusia-China tidak pernah mengajukannya langsung kepada administrasi Donald Trump. Jikapun mereka mengajukannya langsung ke Washington, tentunya gagasan ini akan langsung ditolak. Tidak lain oleh para “ahli militer” di Washington yang menentang segala upaya de-eskalasi dan memaksakan solusi militeristik mereka agar menjadi satu-satunya solusi dalam krisis Semenanjung Korea. Parahnya lagi, Penasehat Keamanan Nasional Amerika, H.R. McMaster secara konsisten mengupayakan perang yang disebutnya “perang pencegahan”, seolah ini adalah solusi paling masuk akal dalam krisis Semenanjung Korea.
Dipihak Pyongyang sendiri, rencana serangan rudal yang akan membumihanguskan” Guam tetap dipegang oleh Kim Jong-Un. Jangan terkecoh oleh pemberitaan media Barat yang menggambarkan seolah pernyataan Kim tersebut ‘gila’ dan tanpa pemicu. Karena pernyataan “pembumihangusan Guam” oleh Kim Jong-Un adalah balasan setimpal terhadap pernyataan angkuh dan provokatif yang dimulai oleh Trump, yang sesumbar akan meratakan Korea Utara dengan “api dan amarah” mereka. Dilain kesempatan, Kim juga menyatakan bahwa jalur diplomasi dapat diupayakan lagi, asalkan “Amerika memulai dengan mengajukan solusi yang masuk akal dan pantas terlebih dahulu”. Solusi masuk akal untuk de-eskalasi yang dimaksud Kim, tidak lain adalah supaya Amerika dan Korea Selatan membatalkan latihan militer masif dengan tajuk “Ulchi-Freedom Guardians”, yang kabarnya melibatkan 30.000 prajurit Amerika, dan lebih dari 50.000 dari pihak Korea Selatan.
Presiden Korea Selatan, Mon Jae-In, tentunya membeo pernyataan Pentagon bahwa latihan militer tersebut yang  berlangsung sampai 31 Agustus, adalah murni latihan defensif. Tetapi menurut Kim Jong-Un, lewat kantor berita KCNA (Korean Central News Agency) menganggap latihan militer tersebut bertujuan ofensif dan menghendaki pergantian rejim Pyongyang. Kantor berita KCNA juga berkali-kali menyatakan bahwa ‘penerapan’ latihan ini kelak akan menjadi bencana di Semenanjung Korea. Bahkan Beijing juga berpendapat demikian. Media The Global Times juga secara masuk akal menyatakan, “apabila benar bahwa Korea Selatan tidak mengkehendaki terjadinya perang di Semenanjung Korea, semestinya mereka berhenti melakukan provokasi lewat latihan militer masif.” Ini adalah permasalahan yang sangat serius bagi China. Pakta pertahanan regional antara Beijing dan Pyongyang resmi dimulai pada tahun 1961 dan masih berjalan sampai sekarang. Dalam pakta defensif tersebut, apabila Pyongyang yang melakukan agresi terhadap negara-negara lain di kawasan, China tidak akan berpihak kepada mereka dan mengambil sikap netral. Tetapi lain halnya apabila Amerika yang memulai agresi “perang pencegahan”, maka China berkewajiban untuk terlibat langsung dalam konflik untuk membela dan melindungi Korea Utara.
Disamping kemungkinan diatas, tentunya China lebih menginginkan agar status quo yang telah berjalan selama beberapa dekade ini, tetap berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, seperti halnya kerjasama militer Amerika dan Rusia di Syria yang bersama-sama mencegah eskalasi perang Syria menjadi perang global, maka dapat diasumsi juga bahwa militer Amerika dan China untuk sekarang, secara proaktif berkoordinasi satu sama lain untuk mencegah terjadinya perang skala besar dan memastikan keberlangsungan status quo di Semenanjung Korea. Asumsi tersebut diperkuat dengan kabar pertemuan penting minggu lalu antara Panglima Besar AB Amerika, Jenderal Joseph Dunford, dengan Jenderal Fang Feng Hui selaku Panglima Besar PLA China. Dalam pertemuan tersebut, mereka menandatangani kesepakatan baru, yang menurut jubir Pentagon “dapat menurunkan resiko miskalkulasi” di Asia Timur.
Menurut Steve Bannon, seorang think-tank kawakan Gedung Putih, “Tidak akan ada solusi militer. Lupakan saja. Sampai ada yang dapat meyakinkan saya bahwa 10 juta penduduk Seoul tidak akan meninggal dalam 30 menit pertama perang dari serangan-serangan konvensional, maka saya tidak tahu apa yang kalian maksudkan disini. Sekali lagi, tidak ada solusi militer disini. They got us.” “They got us?” –
Tentu pernyataan Bannon tersebut cukup berdasar, karena penerbangan-penerbangan pesawat pengebom B-1B Lancer dari Pangkalan AU Andersen di Guam, ternyata telah dihentikan secara diam-diam. Tentunya fakta yang krusial namun tidak diberitakan oleh media-media Barat ini, berkontradiksi dan bahkan dapat menenggelamkan retorika-retorika agresif dari Menlu AS Rex Tillerson, dan pemimpin Pentagon, James “Mad Dog” Mattis, yang kerap menyatakan mereka akan “mengambil tindakan militeristik yang tegas apabila Korea Utara mengambil kebijakan yang salah.”
II: Afghanistan Sekarang, mari kita bahas soal Afghanistan.
James Mattis pernah menyatakan bahwa seru rasanya menembaki para militan Taliban di Afghanistan. Berbeda dengan Donald Rumsfeld yang menyatakan bahwa mereka mengalihkan fokus dari Afghanistan ke Iraq pada masa itu karena di Afghanistan tidak punya banyak target untuk dibom.
Tipikal arogansi Amerika.
Baiklah, sekarang serius tentang Afghanistan. Siapapun yang mendalami, atau setidaknya mencoba mempelajari sejarah kontemporer Afghanistan, terutama kawasan Hindukush dan kawasan gurun di barat daya, mengerti betul tentang alasan-alasan penerapan “tiada solusi militer” disana.
Ada begitu banyak alasan, tetapi mari kita memulai dari yang paling utama, yakni divisi dan perseteruan antar-etnis di Afghanistan. Sekitar 40% warga Afghanistan berasal dari etnis Pashtun yang banyak berdomisili di desa-desa tribal, dan kebanyakan dari mereka direkrut oleh Taliban. Berikutnya, terdapat sekitar 30% etnis Tajik, dimana sebagian besar dari mereka adalah masyarakat perkotaan, terpelajar dan memegang jabatan di pemerintahan. Sisanya adalah 20% etnis Hazara yang bermazhab Syi’ah, dan juga 10% etnis Uzbek. Dalam 16 tahun pendudukan Amerika, mayoritas ‘bantuan’ Washington kepada Kabul berupa pengeboman dengan kedok ‘memerangi terorisme’, bukanlah bantuan ekonomi. Kesenjangan ekonomi dibiarkan menganga lebar. Korupsi merajalela dalam pemerintahan. Para panglima perang berkuasa. Taliban kembali berjaya karena mereka menawarkan perlindungan bagi masyarakat pinggiran. Diperparah lagi dengan ketidaksenangan etnis Pashtun terhadap fakta bahwa mayoritas prajurit berasal dari etnis Tajik. Di ranah politik pun mereka terpecah, karena para politisi etnis Tajik cenderung mendekati India, sementara politisi Pashtun lebih memilih kedekatan dengan Pakistan, karena kedekatan secara etnis dan historis.
Menyoal “Perang Global Melawan Terorisme” karya Amerika pun, sebenarnya Al Qaeda tidak akan pernah eksis di dunia ini tanpa gagasan licik dari tokoh zionis Amerika, Zbigniew Brzezinski, yang dalam gagasannya menyerukan pembentukan pasukan jihadis Wahhabi fanatik yang dipersenjatai sepenuhnya oleh Amerika, dan kemudian dikerahkan untuk mengacaukan negara dan merebut kekuasaan dari pemerintahan komunis Kabul yang pro-Soviet pada era 1980an.
Ironisnya, Amerika tiada hentinya dari dulu meyakinkan masyarakat dunia bahwa peran mereka sangat dibutuhkan di Afghanistan, untuk memerangi para teroris (yang dulu mereka bentuk) dan mencegah mereka menyerang Amerika. Dan kini, Al Qaeda bisa dibilang telah hilang dari Afghanistan, sementara Daesh tidak membutuhkan pencaplokan teritori di Afghanistan untuk melanjutkan pemahaman jumud mereka akan “jihad fi sabilillah”.
Jadi sebenarnya teroris apalagi yang hendak diperangi dan dicegah oleh Amerika di Afghanistan? Taliban? Disukai atau tidak, diterima atau tidak, Taliban telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat Afghanistan. Al Qaeda? Seperti yang dinyatakan sebelumnya, telah hengkang dari Afghanistan. Daesh? Seperti halnya Al Qaeda, mereka sekarang lebih banyak berada di bumi Syam & Iraq.
Jadi teroris apa, teroris mana, yang hendak diperangi Amerika di Afghanistan? Tidak ada. Keberadaan Amerika di Afghanistan sekarang murni cuma demi satu tujuan: bisnis. Dan seperti yang sudah diketahui banyak orang yang jeli mengamati, tentunya sudah tidak heran siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari produksi, distribusi dan ekspor/impor narkoba seperti opium dan heroin di Afghanistan.

Pada bulan Juni, Dubes Afghanistan untuk Amerika, Hamdullah Mohib, menyatakan bahwa “Presiden Trump sangat tertarik untuk menggali potensi ekonomi Afghanistan.” Yang dapat kita pahami dari pernyataannya justru seperti ini, “segala sumber daya alam Afghanistan, seperti tembaga, bijih besi, aluminum, emas, perak, timah, merkuri, lithium, uranium, bauksit, gas alam dan beragam mineral langka lainnya, yang semuanya ditaksir bernilai trilyunan dolar AS, kesemuanya itu diinginkan Amerika sebagai ‘timbal balik’ dari segala jasa dan kontribusi Amerika di Afghanistan selama ini. Semua ini berdasar pada studi yang dilakukan US Geological Survey beberapa tahun silam di Afghanistan, yang memberikan estimasi bernilai raksasa itu kepada Gedung Putih. Bahkan kandungan lithium yang dimiliki Afghanistan ditaksir sebagai yang terbesar didunia, seperti halnya Arab Saudi dan kandungan minyak bumi terbesarnya didunia.
III: Buah Dari Persaingan Bisnis Amerika & China?
Sebenarnya Amerika bukanlah pemain tunggal yang memonopoli Afghanistan, karena saingan bisnis utamanya –China- juga mulai menancapkan investasi dan melebarkan pengaruhnya lewat pembangunan infrastruktur jor-joran di Afghanistan. Lewat upaya-upaya tersebut, China bertujuan menarik Afghanistan kedalam orbit proyek ekonominya yang diberi nama Jalan Sutra Baru (New Silk Roads), dan juga kedalam pakta pertahanan SCO (Shanghai Cooperation Organization) yang dibesut bersama oleh Beijing & Moscow. Berbeda juga dengan arogansi Amerika, yang meyakini bahwa mereka berhak mengatur keberlangsungan hidup suatu negara, justru kemitraan strategis Rusia dan China di Afghanistan menghendaki stabilitas dan solusi permanen yang dicetuskan oleh bangsa Afghanistan sendiri, dan dalam prosesnya kelak akan dikawal oleh SCO, dimana Afghanistan telah bergabung dengan status pengamat, dan diharapkan menjadi anggota sepenuhnya di masa mendatang.
Oleh karena itu, dari sudut pandang neocon di Washington, selain sebagai ladang mineral gratis yang bebas dieksploitasi, tentunya Afghanistan harus dicengkeram dan dimanfaatkan sebagai basis permanen Amerika untuk mengusik atau bahkan menghancurkan proyek New Silk Roads kelak. Bukanlah Amerika namanya apabila bukan oportunistik sejati, bukan?
Lantas, apakah benang merah antara Korea Utara dan Afghanistan yang disebut pada awal artikel, Tidak lain adalah kepentingan ekonomi lintas benua yang saling berkesinambungan, karena apa yang dikehendaki Rusia dan China dari Afghanistan, bisa dibilang sama dengan apa yang mereka kehendaki juga dari Korea Utara kelak, yaitu integrasi penuh kedua negara tersebut dalam proyek New Silk Roads dan penggabungan jalur ekonomi Trans-Korean Railway kedalam Trans-Siberian Railway nya Rusia.
Itulah konsep investasi yang beradab dan saling menguntungkan. Sebuah konsep sederhana yang anehnya sangat sulit dipahami oleh para elit politik neocon di Washington yang mendefinisikan dua perang tiada akhir (di Semenanjung Korea & Afghanistan) sebagai wujud dari “investasi” mereka. (Sumber : Resistensia)

Artikel Terkait

Komentar

Postingan populer dari blog ini

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug

KH.MUNFASIR, Padarincang, Serang, Banten

Akhlaq seorang kyai yang takut memakai uang yang belum jelas Kyai Laduni yang pantang meminta kepada makhluk Pesantren Beliau yang tanpa nama terletak di kaki bukit padarincang. Dulunya beliau seorang dosen IAIN di kota cirebon. Saat mendapatkan hidayah beliau hijrah kembali ke padarincang, beliau menjual seluruh harta bendanya untuk dibelikan sebidang sawah & membangun sepetak gubuk ijuk, dan sisa selebihnya beliau sumbangkan. Beliau pernah bercerita disaat krisis moneter, dimana keadaan sangatlah paceklik. Sampai sampai pada saat itu, -katanya- untuk makan satu biji telor saja harus dibagi 7. Pernah tiba tiba datanglah seseorang meminta doa padanya. Saat itu Beliau merasa tidak pantas mendoakan orang tersebut. Tapi orang tersebut tetap memaksa beliau yang pada akhirnya beliaupun mendoakan Alfatihah kepada orang tersebut. Saat berkehendak untuk pamit pulang, orang tersebut memberikan sebuah amplop yang berisi segepok uang. Sebulan kemudian orang tersebut kembali datang untuk memin

Sholawat-Sholawat Pembuka Hijab

Kaligrafi Muhammad SAW - File Youtube Dalam Islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam dan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau mengucapkan kalimat-kalimat tertentu (seperti dzikir, sholawat, doa dll ). Bahkan sebagian di antara mereka menerima redaksi sholawat langsung dari Rasulullah dengan ditalqin kata demi kata oleh Beliau saw. Maka jadilah sebuah susunan dzikir atau sholawat yg memiliki fadhilah/asror yg tak terhingga.  Dalam berbagai riwayat hadits dikatakan bahwa siapa pun yang bermimpi Nabi saw maka mimpi itu adalah sebuah kebenaran/kenyataan, dan sosok dalam mimpinya tersebut adalah benar-benar Nabi Muhammad saw. Karena setan tidak diizinkan oleh Alloh untuk menyerupai Nabi Muhammad saw. Beliau juga bersabda, "Barangsiapa yg melihatku dalam mimpi maka ia pasti melihatku dalam keadaan terjaga" ----------------------------- 1. SHOLAWAT JIBRIL ------------------------------ صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى م

Abuya Syar'i Ciomas Banten

''Abuya Syar'i Ciomas(banten)" Abuya Syar'i Adalah Seorang Ulama Yg Sangat Sepuh. Menurut beliau sekarang beliau telah berrusia lebih dari 140 tahun. Sungguh sangat sepuh untuk ukuran manusia pada umumnya. Abuya Sar'i adalah salah satu murid dari syekh. Nawawi al bantani yg masih hidup. Beliau satu angkatan dengan kyai Hasyim asy'ary pendiri Nahdatul ulama. Dan juga beliau adalah pemilik asli dari golok ciomas yg terkenal itu. Beliau adalah ulama yg sangat sederhana dan bersahaja. Tapi walaupun begitu tapi ada saja tamu yg berkunjung ke kediamannya di ciomas banten. Beliau juga di yakini salah satu paku banten zaman sekarang. Beliau adalah kyai yg mempunyai banyak karomah. Salah satunya adalah menginjak usia 140 tahun tapi beliau masih sehat dan kuat fisiknya. Itulah sepenggal kisah dari salah satu ulama banten yg sangat berpengaruh dan juga kharismatik. Semoga beliau senantiasa diberi umur panjang dan sehat selalu Aaamiiin... (FM/ FB )

Profil KH Dimyati Rois Kendal

Forum Muslim -  KH Dimyati Rois merupakan salah satu mustasyar PBNU. Ia merupakan pengasuh pesantren Al-Fadlu wal Fadilah yang ia dirikan di Kp. Djagalan, Kutoharjo, Kaliwungu pada 1985. Sebagaimana tradisi santri pada zaman dahulu, ia menjadi santri kenala dengan nyantri di berbagai pesantren seperti pesantren Lirboyo dan APIK Kaliwungu. Atas prestasi yang dimilikinya, ia diambil menantu oleh KH. Ibadullah Irfan, sesepuh dan tokoh masyarakat Kaliwungu. Kiai Dimyati sendiri dilahirkan di daerah Brebes Jawa Tengah. Akhirnya ia menetap di daerah tersebut.  Sebagaimana tradisi kiai besar di lingkungan NU, ia merupakan orator ulung yang mampu membius massa. Ia dengan setia selalu memenuhi undangan dari masyarakat untuk memberi nasehat dalam berbagai ceramah agama.  Karena pengaruhnya yang besar, rumahnya selalu menjadi jujukan tokoh nasional, namun demikian ia tidak mau terjun langsung menjadi politisi. Ia dikenal dekat dengan Matori Abdul Djalil, ketua umum pertama Partai Kebang

Fatwa Darul Ifta Darul Ulum Deobandi India Tentang Zakir Naik

Dr Zakir Naik - File elhooda.net Forum Muslim  -  Dr Zakir Naik, sebuah fenomena baru yang muncul di akhir zaman ini. Sosoknya begitu melejit dan terkenal di Indonesia hingga video-video yang dibawanya pun sudah banyak yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan diunggah ke Youtube. Kemampuan berbicara dan berpikirnya yang hebat membuat banyak orang khususnya umat Islam terkagum-kagum dengan sosok Zakir Naik. Seorang orator handal yang ahli dalam bidang perbandingan agama. Terkenal sebagai pendebat yang tak terkalahkan. Tak heran, banyak umat Islam di Indonesia terpesona dibuatnya. Namun, banyak yang tidak tahu bahwa di negara asalnya, di India, dan juga negara-negara sekitarnya seperti Pakistan dan Banglades justru para ulamanya banyak memperingatkan umat Islam akan bahaya Zakir Naik. Para ulama di tempat kelahiran Zakir Naik sampai-sampai harus mengeluarkan fatwa terkait bahaya pemahaman dan pemikiran yang dibawa oleh Zakir Naik. Mungkin karena inilah yang membuat

Sejarah Thoriqoh Tijaniyah

Ilustrasi Thoriqoh Tijaniyah- File attijanisampang.blogspot.co.id Forummuslim.org - Tarekat Tijaniyah didirikan oleh Abul Abbas Ahmad bin Muhammad bin al-Mukhtar at-Tijani (1737-1815), salah seorang tokoh dari gerakan "Neosufisme". Ciri dari gerakan ini ialah karena penolakannya terhadap sisi eksatik dan metafisis sufisme dan lebih menyukai pengalaman secara ketat ketentuan-ketentuan syari'at dan berupaya sekuat tenaga untuk menyatu dengan ruh Nabi Muhammad SAW sebagai ganti untuk menyatu dengan Tuhan. At-Tijani dilahirkan pada tahun 1150/1737 di 'Ain Madi, bagian selatan Aljazair. Sejak umur tujuh tahun dia sudah dapat menghafal al-Quran dan giat mempelajari ilmu-ilmu keislaman lain, sehingga pada usianya yang masih muda dia sudah menjadi guru. Dia mulai bergaul dengan para sufi pada usia 21 tahun. Pada tahun 1176, dia melanjutkan belajar ke Abyad untuk beberapa tahun. Setelah itu, dia kembali ke tanah kelahirannya.

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fil Ayat 1-5

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fil Ayat 1-5 Al-Fil, ayat 1-5 أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ (1) أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ (2) وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ (3) تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ (4) فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ (5) Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat). Ini mempakan nikmat yang telah dianugerahkan oleh Allah kepada kaum Quraisy, karena Allah telah menyelamatkan mereka dari serangan tentara bergajah, yang sejak semula telah bertekad akan merobohkan Ka'bah dan meratakannya dengan tanah hingga tiada bekas-bekasnya lagi. Maka Allah memusnahkan mereka dan menjadikan mereka

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 1-3

Tafsir Al Qur'an Surat Al Fath Ayat 1-3 Al-Fath, ayat 1-3 {إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا (1) لِيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا (2) وَيَنْصُرَكَ اللَّهُ نَصْرًا عَزِيزًا (3) } Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus, dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat  (banyak). Surat yang mulia ini diturunkan ketika Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam kembali dari Hudaibiyah dalam bulan Zul Qa'dah tahun enam Hijriah. Saat itu Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam di halang-halangi oleh kaum musyrik untuk dapat sampai ke Masjidil Haram guna menunaikan Umrahnya; mereka menghalang-halangi beliau dari tujuannya. Kemudian mereka berubah sikap dan cenderung mengadak

Old World Order Yang Bangkit Menantang New World Order

Batle of Waterloo Forum Muslim - Terkait dengan judul posting kami yang berjudul Old World Order Yang Bangkit Menantang New World Order yang di Co-pas dari Blog IFP , Kami    masih belum bisa memastikan bahwa antara Orde Dunia Baru (New World Order/NWO) dan Orde Dunia Lama (Old World Order/ODO) benar-benar terjadi dikotomi yang nyata atau sekedar kamuflase untuk menyembunyikan kekuasaan sebenarnya para penguasa dunia di balik layar. Namun, faktanya dunia tengah mengalami pergulatan antara kedua orde tersebut secara intensif. Benua Eropa menjadi ajang pergulatan tersebut, yang berlangsung sangat sengit setelah NWO berusaha melemahkan negara-negara Eropa (untuk membuat mereka tetap sebagai jajahan, setelah mulai munculnya kesadaran publik akibat keberadaan internet) dengan menggelontorkan jutaan imigran dari Afrika dan Timur Tengah, di bagian Eropa timur yang mayoritas warganya adalah etnis Slavia-Rusia yang beragama Kristen Orthodok, terjadi aksi-aksi menentang keberadaan agen