Jumat, 21 Oktober 2016

Ketika Engkau Ku Jelang




Ada embun di pelupuk matamu,
menoreh di pipi
menyentuh di hati.


Di sini sekarang Engkau tiba,
merebahkan dukamu di hatiku,
berkeluh kesah, menangis sepuas hatimu,
agar aku tahu
makna pengharapan
dalam hidupmu.


Senja ini
biarlah menjadi warna kelabu,
saat ku basuh dukamu karena peristiwa lama.
Jelanglah hari esok dengan keceriaan hati
cinta kita bersemi kembali.


- - -
Ditulis di Gunung Putri - Bogor, 2 November 1996.
Muhammad Saroji
- Majalah Sastra - Majalahsastra.com
© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini