Kamis, 06 Oktober 2016

Kemelut dalam Sepi

Terbang,

terbanglah tinggi

di awan itu menuju langit,

jiwaku,

keresahanku,

di lantai masjid jazad lelah terkulai,

menikmati nafas yang masih terengah,

lebih mirip sebuah pelarian,

dari perjuangan yang tak kunjung usai,

menyakitkan.





Terbang,

terbanglah tinggi

tak pernah kembali,

kemelutku

keputusasaanku,

meninggalkan gerimis

meninggalkan isakan tangis,

isakan tangis perih…



---

12 Maret 2010 22:27

By Muhammad Saroji

- Majalah Sastra - Majalahsastra.com

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini