Kamis, 20 Oktober 2016

Dalam Sujudku




Dalam sujudku,
rinduku kepadamu jadi bayang-bayang,
racuni aku hingga jadi mabuk,
Engkau tak peduli aku terkapar
Engkau terbang tinggi
meninggalkan aku sendiri.


Engkau menjadi tumpuan rinduku,
setitik cinta masih menyalakan bara,
tapi Engkau terbang semakin tinggi,
seakan membiarkan aku menjemput mati.


Oh,
dalam sujudku
ternyata masih juga aku setitik kealpaan,
cinta tergambar penuh birahi,
dengan lukisan perjalanan yang penuh debu.


Jangan tinggalkan aku Tuhanku,
beri kesempatan aku bersujud,
meski sedetik saja
agar dapat kubasuh mata hatiku,
meninggalkan alpaku
mencampak debu-debu yang berlumur
di sekujur tubuhku.

---
Ditulis di Tebet - Jakarta 9 Januari 1992.
Dipublikasikan pertama kali di https://muhammadsaroji.wordpress.com
pada 5 Juli 2009 23:21.
By Muhammad Saroji
- Majalah Sastra - Majalahsastra.com
© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini