Kamis, 20 Oktober 2016

Cinta Dalam Kehidupan




Kekasihku,
ketika aku gersang
engkau adalah embun yang menitik
hingga aku sejuk
dingin dan beku.
Ketika aku beku
engkau adalah mentari yang bercahaya,
hingga aku meluluh hangat dan mendidih.
Ketika aku membara
engkau adalah salju yang dingin,
putih dan lembut
laksana kapas yang tipis,
laksana langit yang suci.


Engkaulah mutiara hiasan hidupku di kala duka,
engkaulah rembulan temanku bercerita di kala kecewa,
engkaulah telaga biru tempat biduk cintaku berlabuh dari pengembaraan yang jauh.


- - -
Ditulis di Jakarta 10 Mei 1992.
Diterbitkan pertama kali di https://muhammadsaroji.wordpress.com pada
5 Juli 2009 23:26.
Muhammad Saroji
- Majalah Sastra - Majalahsastra.com
© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini