Kamis, 01 September 2016

Tirai

Hati ini bagai selembar kertas tipis

terbang tertiup angin

jatuh berserakan di tanah

terinjak dan hampir rusak binasa.





Dinginnya malam melingkupi kulit

di berandaku lilin tinggal sebatang

menemani sinar rembulan yang timbul tenggelam

di telan awan hitam.





Duh,

inikah perjalanan kehidupan…

berjalan ke kiri dan ke kanan

menapaki tebing, lembah dan jurang

demi sesuap makanan ?





Tetesan peluh ini indah

menoreh di pipi renta,

percikan darah ini luka

di perjalanan menembus ilalang.

Kini malam telah menjelang

lilin kecil telah benar-benar padam

tapi nyawa kehidupan tak benar-benar menyerah

menelusuri kerikil di antara mimpi dan harapan,

perjuangan ini menyibak tirai

mencabut duri dari relung hati.

Hati ini bagai selembar kertas

tertiup angin

jatuh di bumi yang dingin

dan sepi

tapi aku yakin pasti

hati ini tak pernah berputus asa…



---

14 Februari 2011 23:43

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini