Jumat, 02 September 2016

Renungan Untuk Negeriku

Negeriku,

jiwa dan permataku

melambai tanganku untuk hijau alammu.





Negeriku,

angin dingin menderukan rindu

penguin menari di atas salju

akankah seperti ini kedamaian kalbu

menjunjung tinggi bendera agar negeri tetap satu.





Negeriku,

bukanlah aku tuhanmu

bukan pula aku tuanmu

di seberang sana anak-anak kecil menjerit

di tepi laut para pejuang meratap perih

tiap detik menjemput maut

sesekali memuntahkan mimpi

benarkah telah musnah keharuman hidup ini ?





Negeriku,

lumuran darah menjadi tinta sejarah

kejayaan berkumandang dari tangan-tangan berdebu

telah benarkah perjalanan kehidupan,

bukan kutukan…

bukan karma…





Negeriku,

ini aku

memandang jauh pada awan yang kelabu

jari jemari menghitung kekuasaan ini

telah berkurang sedikit demi sedikit

aku sangka rakyatku seluruh bumi

tidak !

sebentar lagi aku tak berdaya lagi

sebentar lagi…





---

22 Agustus 2010 23:19

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini