Rabu, 28 September 2016

Negeri Impian

Aku bermimpi tentang negeri impian

negeri yang subur makmur dan kaya raya

penduduknya ramah tamah

dipimpin kepala negara yang bijaksana.





Pernahkan Anda membayangkan

negeri itu di depan mata kita

tempat kaki kita berpijak

tempat kita dilahirkan dan dibesarkan

oleh ayah bunda tercinta ?





Pernahkah Anda membayangkan

betapa bahagia kita hidup di dalamnya

tiada peperangan

tiada penindasan

tiada korupsi

tiada pendustaan ?





Pernahkah Anda membayangkan

jauh di negeri Palestina

dimana anak-anak meregang nyawa

diterjang peluru para tentara negeri bedebah

orang tua galau gulana

telah sah-kah pembantaian umat manusia

?

telah muliakah menumpahkan darah-darah manusia tak berdosa ?

Ini bukan impian

tapi kenyataan

di sana anak-anak Palestina hidup di bawah bayang-bayang peperangan

jihad fi sabilillah

di sini anak-anak bermain layang-layang

menikmati keindahan masa kecil dalam buaian bunda

aku terus bermimpi tentang negeri yang indah dan permai

jauh dari peperangan

jauh dari genggaman penguasa haus kekuasaan

jauh dari pejabat pengkhianat amanat rakyat,

aku terus bermimpi

terus bermimpi

sampai tersadar kembali

bahwa hidup tak sekedar bermimpi

tapi perjuangan yang abadi

sampai aku mati.



---

27 Mei 2010 05:53

By Muhammad Saroji

- Majalah Sastra - Majalahsastra.com

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini