Senin, 05 September 2016

Keadilan Dan Kedustaan

Ketika tiba senja yang temaram,

ketika tanah yang kering merindukan hujan,

ketika yang lapar merintih kesakitan,

masih adakah kejujuran untuk sebuah keadilan ?.





Selalu saja

orang-orang mencari kebenaran sendiri

meski menipu itu di dada sakit

meski dusta itu di mata perih

mata batin merintih

melihat pencuri dirajam mati

mata hati menjadi mati

melihat sepak terjang orang mencari rizqi

menikam jantung sendiri

jantung kebenaran

jantung kesucian

jantung keabadian

tempat sorga digantungkan.





Duhai malang benar nasib keadilan

dipenggal tangan-tangan kotor berlumur darah

kelak bangkai keadilan terpuruk di bak sampah

dibuang ke kali hanyut ke lautan

ditelan ombak samudra

sirna...



Kelak siapa lagi kan dipenggal

bumi tiada nafas tiada

kelah arwah keadilan menagih janji

hutang nyawa dibayar nyawa

butang mati dibayar mati



sadarlah wahai penguasa

penguasa para santri para priyayi

hingga mata kering tak menangis lagi

sepasang merpati tak mengenal cinta lagi

kelak kau kan mengerti

janji Allah itu pasti

dan kau tak dapat bersembunyi.







---

12 November 2009 00.52

By Muhammad Saroji

- Majalah Sastra - Majalahsastra.com

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini