Jumat, 02 September 2016

Di Bawah Matahari Senja

Dari balik jendela kupandangi wajahmu

yang berbinar diterangi matahari senja,

angin semilir meniup rambut sutramu,

aku tersenyum,

kau memandangku

tersipu malu.





Sebentar lagi menjelang malam,

saat-saat matahari sembunyikan sinarnya,

aku masih terpaku menekuni keremangan

saat engkau kemudian menghilang dari balik pandangan.





Baik ku tutup saja jendela ini

tempat biasa aku menikmati keramahanmu,

malam ini aku tak hendak terlena,

karena menantimu mengetuk daun jendela,

meraut dan mengucapkan salam perpisahan,

karena sebentar lagi engkau meninggalkan diriku

bersama kenangan yang abadi.



---

12 Januari 2011 17:58

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini