Minggu, 04 September 2016

Cinta Tak Selamanya Indah








Cintaku,
kubaktikan kasih sayangku demi kebahagiaanmu,
mengalirkan keindahan sebening embun,
dingin menetes di relung kalbumu.


Cintaku,
di bukit kecil ini aku mengabdi,
menyeruak telaga kasih melupakan perih.
Sungguh!
Ingin beranjak dari perih dan kekacauan ini,
kegalauan
kegersangan
air mata,
sejenak membuatku mabuk,
jalang dan binal,
telah serakah-kah birahi cintaini ?


Cintaku,
sungguh!
tak selamanya cinta itu indah bukan?
Tapi kau sayangku,
tapi kau deritaku,
tapi kau harapanku,
tapi kau kecewaku,
tapi kau cintaku,
tapi kau jeritanku…!!


Kering dedaunan luruh di bumi,
meninggalkan sepasang prenjak kecil dalam jeritan nelangsa,
mega di angkasa berlalu pergi,
bercerai bengawan dari derunya air,
air kehidupan sepasang mata,
mata cinta
yang tak selamanya indah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini