Kamis, 01 September 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Hati Yang Terbelah

Jakarta,

kupandangi ujung kotamu, bias

pesawat naik turun membelah angkasa,

angin senja membisik telinga

dengan sentuhan dingin dan telanjang,

duh,

aku di sini untuk apa ?





Di seberang sana seseorang berseru : hatimu terbelah!

Ku tanyakan, terbelah karena apa ?

Dia diam

membisu seribu bahasa.





Jakarta,

senja makin pekat menjemput jelaga malam,

pesawat masih turun naik membelah angkasa,

bergantian,

aku merenungi ucapannya sambil tengadahkan tangan,

……

Tuhanku,

telah cukup hamba terpidana,

telah lelah jari merangkai kata,

telah runtuh kerinduan maya,

telah sirna bagai daun kering berguguran,

inilah kelelahanku

inilah keluhanku,

tak sesuatupun yang aku cinta,

selain DiriMu…





---

Ditulisdi Batu Ceper - Tangerang, 24 Maret 2011

By Muhammad Saroji - Majalah Sastra

© Copyright - All Rights Reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini