Jumat, 02 September 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Air Mata

 


Air mataku mengalir,
menangisi titahmu yang tercabik-cabik.
Gelombang rindu menderu bagai nyanyian pasir,
membalut mencekam di antara rinai hujan dan darah yang mengucur perih.


Kau pantas ku tangisi,
karena cintamu tak pernah bertepi,
wahai kekasih Illahi,
dimana kau kini,
jemput aku dalam hidup dan kematian ini.


Rindu Umi,
Rindu Nabi
Rindu Robbi,
Ya Allah......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini