Minggu, 28 Agustus 2016

Yang Di Depan Mata, Yang Bersemayam Dalam Hati

Huuh….

ingin mengeluh tentangmu

karena kamu yang pernah bersemayam dalam hatiku,

dan karena kamu hadir di depan mataku.





Sejujurnya….

lama ingin mencampak bayang-bayang kehadiranmu,

kamu adalah masa lalu

dan aku tak ingin bermimpi tentang kamu,

sudah kupendam

sudah terbuang.





Benar!

Sudah kupendam

sudah terbuang

tiada lagi tersisa.

Tapi kini kamu hadir kembali, di mataku

kau mengeluh

kau merajuk.





Tidak!

Tidak kini

tidak besok

mungkin selamanya,

aku tetap di sini,

tak pernah bersamamu

sampai mati…





7 Juni 2011 16:49

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar