Jumat, 19 Agustus 2016

Tentang Doa, Harapan atau Kutukan

Baru-baru ini publik dihebohkan dengan yang dibacakan oleh Romo Muhammad Syafei di Gedung DPR/MPR, yang berisi harapan kepada Allah SWT agar dihindarkan dari pemimpin yang suka berbohong dan suka memberi harapan-.

Setiap doa itu bagus, karena sejatinya menyuarakan harapan dan niat baik tersurat maupun tersirat, dan selebihnya memasrahkan segalanya kepada Kehendak, Kuasa dan Ridho dari Allah Swt, Tuhan Yang Maha Esa.

Jadi, siapapun yang memberikan doa, atau apapun jenis harapan dan keinginan yang menyertai doa tersebut, di aminkan saja. Sepanjang semangat dari doa tersebut memasrahkan segalanya kepada Kuasa dan Ridho Allah. Dalam Konteks inilah kita memaknai Doa Romo Syafei Kamis lalu. Apapun harapan dan niat yang terkandung dalam doa Romo Syafei, tetap saja segala sesuatunya ada di tangan Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Tahu.
Yang kita tangkap secara tersurat maupun tersirat dari doa Romo Syafei hanya dua hal. Mengadu, dan kemudian meminta pertolongan kepada Allah atas ketidakberdayaan kita saat ini, karena segala sesuatunya hanya Allah lah yang Maha Tahu dan Maha Bijaksana. Dan tentu saja, maha menentukan. Selebihnya, bukan urasan kita kita yang berdoa. Tapi sudah masuk ranahnya Sang Raja Alam Semesta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini