Minggu, 21 Agustus 2016

Seraut Wajah

Seraut wajah,

timbul tenggelam di kegelapan malam,

wajah ayu rupawan,

berbinar kemerahan diterpa matahari yang terang benderang.



Seraut wajah,

pun menyapa lembut ketika jazad terlelap lelah di pembaringan,

berlari kecil dari sentuhan ujung jemari,

kau membuatku mengeluh,

tentang kisah cinta yang hilang,

dengarkanlah aku kan bercerita,

tapi engkau berpaling enggan.



Dengarkanlah aku kan bercerita,

tentang negeri-negeri di atas awan,

tentang bidadari-bidadari kecil yang berlarian di pematang,

kan ku untai bunga sekuntum,

berasapkan dupa-dupa nirwana,

kau laksana telaga

mengalirkan air sebening embun,

aku tahu kau hanyalah cinta,

ku pandang dan tak pernah ku miliki.



Kau,

timbul tenggelam di kegelapan malam,

hanya mampu ku pandang,

dan tak pernah ku miliki.



© Copyright - All rights reserved, by saroji, 22 juni 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini