Sabtu, 27 Agustus 2016

Samar Bayangan

Ku lihat keteguhanmu,

berdiri di antara rimbunan kegersangan,

menelisik perjalanan

membuncah menengadahkan tangan, berbisik

tentang kerinduan

tentang keramahan

tentang kedamaian.





Ku berlari menelusuri puncak tebing,

menuju suara lelahmu memanggil :

"ternyata hanya samar bayangan…

kaulah bergentayangan…

samar dan hilang

bertirai awan…".





Duh,

lupakanlah aku yang menyerah kalah,

tinggalkanlah aku yang hampir kalap

berkalang tanah,

pada kelembutan melati ku titipkan cinta

agar kau tau inilah cinta binasa dari sisa perjalanan,

merajuk hingga akhir hayat…..



17 Agustus 2011 23:41

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini