Rabu, 24 Agustus 2016

Sahara

Bagaikan burung,

sayap ini telah mengepak jauh,

menelusuri tebing,

jurang dan ngarai…

demi menjemput dirimu,

demi cinta kasihmu.



Ku dengar di sana kau bersedih,

tentang cinta yang datang, hilang dan pergi,

kau berlari memberanikan diri

meninggalkan luka yang mengiris hati.



Di batas kota,

di antara bibir pantai dan tebing yang tinggi,

ku lihat keanggunanmu yang bening,

menitikan embun di pucuk jari manis,

aku hanya menghela nafas,

panjang-panjang,

di batas kota ada cerita cinta yang tersisa…

hingga akhir hayat nanti.



6 Oktober 2011 21:53

By Saroji

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini