Jumat, 19 Agustus 2016

Renungan Agar Kita Pandai-Pandai Menggunakan Akal

  1. Karena miskin makanya saya merampok. Kalau saya punya uang, tak mungkin saya merampok. Saya tidak bersalah. Kemiskinan adalah penyebab utamanya.
  2. Karena cewek itu berpakaian sexy sehingga nafsu saya tidak terkendalikan, kemudian saya memperkosanya. Saya tidak bersalah, pakaian sexynya adalah penyebab utamanya.

  3. Karena tidak pintar makanya saya menyontek di kelas. Coba kalau pintar, tak mungkin saya menyontek. Saya tidak bersalah,
    ketidak-pintaran itu penyebab utamanya.

  4. Dia menghina saya makanya saya bunuh. Saya tidak bersalah. Kalau saja dia tidak menghina saya tak akan saya bunuh. Hinaan dia itu penyebab utamanya.

  5. Dia melecehkan ajaranku makanya saya bakar rumah ibadahnya. Kalau saja dia tidak melecehkan ajaranku tak mungkin saya bakar rumah ibadahnya. Saya tidak bersalah. Yang salah itu dia dengan
    pelecehannya.

Astaghfirullah, Kapankah manusia mampu berpikir dan menalar dengan pikiran yang terang dan bersih ?
Kapankah manusia mampu membuang semua " kambing hitam " dan berpikir secara rasional ?
Kapankah manusia mampu berpikir demi kepentingan umum daripada kepentingan pribadi / kelompok ?
Apakah satu tiang kayu di rumahmu terkena rayap dan anda mesti merubuhkan seluruh rumahmu ?
Apakah dengan maksud mengambil sebatang kayu kita mesti membakar satu hutan ? Apakah coretan anak kecil di sebuah dinding mesti dibersihkan dengan merubuhkan dinding itu ?

Tidak gampang untuk menjadi manusia yang dalam berpikir dan bertindak. Bergaulah dengan orang-orang yang bijak dan jauhilah manusia yang bermoral rendah.

Anda tidak dijamin sehat dengan memakan 1 kg ginseng, namun anda dijamin mati dengan memakan 100 gr sianida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini