Senin, 29 Agustus 2016

Larut

Malam semakin larut

semakin dingin berselimut kabut

tak jua mata kunjung terlelap

gelisah di pembaringan

mengintip rembulan dari balik jendela

terlelap, tenggelam di balik awan.





Duh,

langit gelap

gerimis berkepanjangan

ingin beranjak mencari kehangatan

kesunyian kian mencekam

membekukan langkah.





Jiwaku,

bersandar pada pilar kayu yang mulai lapuk

inilah desah nafas yang tengah merajut mimpi

di tengah keheningan diri yang tersisih.





Di mana matahariku

menanti seberkas cahaya kecil di penghujung hari,

tangisan bayi-bayi mungil merindukan kedamaian dunia,

tanpa kemunafikan,

tanpa pengkhianatan, tanpa pertumpahan darah.





Karawang,

3 Mei 2011 02:05 penghujung hari

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini