Sabtu, 20 Agustus 2016

Kerikil Berdebu

Jakarta,

kenapa aku marah,

membara !



Indah,

bukankah matahari ini indah

meski redup terhalang mendung ?



Kemana,

ku singkirkan kerikil-kerikil berdebu ?

menunggu aku marah ?

Menunggu aku tak sabar lagi menghitung waktu ?

Menunggu hujan menggantikan embun ?



Tidak !

Katamu dari jauh,

Tidak !

Kataku juga meraihmu,

menamparmu

memperkosamu

membunuhmu,

padahal aku bukan lelaki jalang,

bukan lelaki sialan,

tapi jalanan memanjang

menghilangkan tepi

mengiris kaki

menapaki duri !



Tidak !

Katamu lagi

bangkit

berdiri

mencampak mati

siapa peduli air mata ini

siapa menguliti tirai nurani ini

jangan sia-siakan nafas hanya sepenggal alpa,

rintihkan dosa bergelimangan,

ini hidup nyata

kematian juga nyata.



Copyright, By M. Saroji

15 February 2010 at 22:24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini