Senin, 29 Agustus 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Rumah Itu Bukan Rumahku

"Kaaaaaaaaaaang, aku

Kangeeeeeeeeeeeeeeeennn!!"

Kaaaaang !!!!!!

Teriak-ku merajuk sambil pasang muka cemberut,

kenapa tidak sebentar saja kita duduk disini,

ngopi sambil memandangi bintang di langit, kita sudah kaya raya, Kaaaang !"





Tapi teriakanku seperti nyanyian katak dalam tempurung, nyaring

kaaaaaaaaaaang….. kuuuuuuuuuuuuuung……….. tapi badan terkurung bagai

orang gemblung.

huh!!!!!!!!!!

aku bisa memaksamu berhenti, kang!!!!

berhenti berlari kesana kemari,

ku pasang kakiku di depan kakimu

dan kau terjatuh, gubrakkkkk!!!!!!!!!!

dan meringis kesakitan.





Tapi bukan itu maksudku, kang!

Aku cinta padamu

aku kangen padamu

kau segalanya bagiku,





Bukankah aku ini surgamu ?

Bukankah ini rumahmu?

Bukankah aku ini istrimu ?

Bukankah mereka semua anakmu ?





Kenapa kang???????

kenapa membuncah seribu amarah, kang!!

Kaaaaaaang!!!!!!!!!!!!!!,

haaaaaaaah???????????

kau malah tutup telinga???????????

kau anggap aku apa?????????

Kaaaaaaaaaaaang!

aku benci kamuuuu…..

aku teriak sambil nangis histeris, hiks…!!!! hiks…!!!!

kau kejjjjammm, kang, uuuh!

tak pernah sedetikpun menyayangiku,

membelai rambutku,

tidur di sampingku, hiks.!!!…! hiks……..!!!!!!

Kaaaaang!!!!!!!!!!

ijinkan aku pulang

kembali ke rumah gubuk-ku,

istana ini bukan istanaku,

dan kau tak pernah peduli.





Aku bukan pelacur kang, tempat kau lampiaskan birahi, datang kemudian

pergi lagi….

Kaaaaaaang!!!!!!!!!!!!,

embun kering mematikan akar,

dalam hunusan bilah belati ku,

kau pun mati terkapar,

haaaaaaaaaahhh……….?????????????



19 Mei 2011 06:56

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini