Rabu, 24 Agustus 2016

Catatan Kecil Sang Narapidana : Hati

Hati,

hatiku berdebar,

berbolak-balik,

kadang ragu dan bimbang,

kadang teguh dan yakin.



Hati,

hatiku perih mendengar suara tangis,

bahagia mendengar suara tawa,

kadang bergetar dan ketakutan,

kadang marah dan ingin diam.



Hati,

hatiku lemah dan kecil,

tapi memendam selaksa misteri,

tempat bersemayam berjuta giga memori.



Hati,

hatiku ingin bergetar agar tak mati,

ingin berujar agar jadi mengerti,

ingin berjuang agar mencapai jati diri,

ingin bertindak dengan hati-hati,

tapi hatiku entahlah berdinding sepi,

tak berdaya seakan kehilangan energi.



Hati,

hatiku mengapakah kau kini,

bagai tak ada cahaya mentari,

bagai kumpulan asa tinggal setitik,

tak ada bahagia,

resah pun jadi.



Hati,

tapi kau adalah hatiku,

sukma dan jiwaku,

getar tasbih dan kehidupanku.



Hati,

hatiku tak usahlah kau menangis

demi permainan kehidupan yang bukan hakiki,

tak usahlah kau melaknat nasib diri,

karena semua itu hanyalah cobaan,

tidak abadi.



Hati,

Tempalah hati dalam bara perjuangan,

berjalanlah tabah menapaki puncak tebing,

kata hati itu nyata,

suara hati itu petuah,

pertimbangan hati itu wasiat,

bahasa hati itu kejujuran,

hati-hati itu keselamatan dan kebijaksanaan.



1 November 2011 12:34

By Saroji

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini