Sabtu, 27 Agustus 2016

Belahan Jiwaku

Dalam kelelahanku

ku rebahkan tubuhku di pembaringan,

Ku berlindung di bawah hamparan kain batikmu,

agar aku selalu teringat akan kehangatan cinta kasihmu,

kaulah permata hatiku

kaulah belahan jiwaku.





Perjalanan ini panjang,

melelahkan dan berliku,

tapi kau setia menunggu kehadiranku

sepanjang siang sepanjang malam,

kaulah penjaga hatiku

kaulah sinar permata yang tak pernah redup,

tak lelah

tak pernah mengeluh.

Sampai kapanpun,

Ku kan tetap berlindung di bawah hamparan kain batikmu,

agar aku selalu teringat akan kehangatan cinta kasihmu,

karena kaulah permata hatiku

kaulah belahan jiwaku….





2 Juli 2011 19:55

By Muhammad Saroji

Majalah Sastra

© Copyright - All rights reserved

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini