Rabu, 16 Maret 2016

KehebatanTank T-90 Rusia, Tak Hancur Dihantam Rudal TOW AS

Forummuslim.org - Sebuah video yang beredar di dunia maya telah
mencuri perhatian masyarakat dunia. Video ini menampilkan militan
Suriah yang menyerang tank T-90 dengan rudal TOW. Namun begitu,
serangan rudal TOW tak berhasil menghancurkan T-90.

Seperti dirilis dari RBTH, Seorang pakar di bidang persenjataan yang
juga seorang mantan komandan dan sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah
Arsenal Otechestva (Arsenal Tanah Air) Viktor Murakhovski mengemukakan
pendapatnya mengenai siapa yang memasok rudal tersebut, serta
kelemahan dan kekuatan tank Rusia terbaru ini. Video yang beredar di
dunia maya menimbulkan kesan bahwa rudal antitank (ATGM) digunakan
untuk menyerang tank tentara pemerintah Suriah serta tank militan.
Pasukan militan tidak memiliki banyak tank, tapi mereka tetap diikut
sertakan dalam perang.
Sebagian besar tank bahkan banyak yang hancur dalam perang di tengah
kota akibat serangan rudal konvensional.

Di Suriah sendiri terdapat banyak jenis rudal antitank dan granat
berpeluncur roket (RPG). Terdapat sampel yang dibuat sejak era Soviet,
yaitu jenis "Fagot" dan "Konkurs", serta jenis yang lebih modern,
"Kornet", yang digunakan pasukan pemerintah. Ada pula sistem antitank
TOW-2A produksi Amerika yang dikirimkan kepada oposisi moderat yang
dipasok oleh Turki dan Qatar kepada milisi Islam radikal yang
berkuasa. Selain itu, terdapat pula rudal antitank dan granat
berpeluncur roket buatan Tiongkok dan Iran. Rudal dan granat ini
digunakan oleh kelompok militan, pasukan pemerintah, dan Kurdi.

Selama perang sipil, seluruh kelompok menyita senjata satu sama lain,
termasuk artileri antitank.
TOW buatan AS menjadi salah satu senjata paling berbahaya bagi tank
Suriah. Hampir seluruhnya adalah modifikasi modern sistem antitank
TOW-2A yang telah dipasok ke banyak negara.

TOW-2A-lah yang menghancurkan helikopter Mi-8 di daratan Suriah. Pada
saat itu, Mi-8 ikut serta dalam penyelamatan pilot Su-24 yang ditembak
oleh Turki. Secara umum, rudal TOW dapat menyerang target apa pun yang
bergerak dengan kecepatan relatif kecil, termasuk helikopter yang
terbang rendah dan unit teknis lainnya di daratan.
Sebuah tank pasti akan hancur jika terhantam serangan rudal baik di
bagian samping atau pada badan tank itu sendiri. Tidak ada tank yang
mampu menahan serangan sejenis rudal antitank modern.

Bagaimana T-90 Rusia Dapat Lolos?
Apa yang sebenarnya kita lihat dari video tersebut? Kita dapat melihat
tank T-90 yang diproduksi pada tahun 1992 dengan menara yang dibuat
melalui pengecoran. Tahun pembuatannya dapat diketahui dengan adanya
sistem penekanan optik-elektronik "Shtora" (lampu sorotnya terlihat di
kedua sisi meriam) serta bentuk pintunya.
Tank T-90 dilengkapi pelindung reaktif "Kontakt-5". Selain itu, di
bagian depan terdapat pelindung lapis baja yang dikombinasikan dengan
lembaran reflektif. Kita juga dapat mengecek pada bagian kiri yang
terkena serangan TOW-2A, pelindung reaktif tank ini bekerja, tapi
tampaknya kerusakan terhadap lapisan pelindung tidak terjadi.
Awak tank lalai dengan tugas mereka di medan perang, yaitu dengan
membiarkan lubang masuk ke dalam tank terbuka. Di samping itu, sistem
"Shtora" pun dimatikan.

Akibat ledakan enam kilogram hulu ledak, tentu saja terjadi kebocoran
gelombang ledakan melalui pintu tank yang terbuka, dan operator tank
melompat keluar dari tank.

Tank Soviet dan Rusia dibangun sedemikan rupa sehingga dapat menahan
serangan senjata antitank dengan berbagai sudut yang lebih kurang 30
derajat dari sumbu mesin.
Tank yang berdiri sendiri adalah target empuk bagi rudal.

Taktik awak tank ini sendiri ternyata tak berhasil. Tank seharusnya
digunakan sebagai bagian dari subdivisi dan bekerja sama dengan
infanteri. Tank tunggal, terutama yang berdiri tetap di tempatnya
merupakan target empuk bagi rudal.

Aksi ini terjadi di desa Sheikh Aqil, bagian barat laut Aleppo, tempat
terjadinya pertempuran kelompok "Gunung Elang Zawiya" yang merupakan
bagian kelima dari Tentara Pembebasan Suriah. Pertempuran itu
merupakan pengintaian yang dilakukan oleh Hazara dan Syiah
Afghanistan. Mereka mencoba merebut Sheik Aqil, tapi terpaksa mundur.
Pada rekaman video tersebut, tank T-90 tak terlihat hancur. Pada saat
yang sama, di rekaman tersebut terlihat aksi penembakan para pasukan
dengan peralatan perangnya, tapi tampaknya tank tersebut berhasil
pergi atau telah dievakuasi.
"Saya pikir, tank berhasil mempertahankan mobilitasnya dan para awak
tetap hidup. Namun, bisa saja terdapat kerusakan perangkat
pengamatan," kata Murakhovski.

T-90 yang ada di Suriah merupakan sampel dari tahun 1992. Di samping
itu, terdapat pula T-90A produksi tahun 2004.
Tidak akan ada titik balik dalam peperangan akibat kemunculan
teknologi jenis baru, seperti T-90 atau Su-35. Namun demikian,
efektivitas pertempuran dapat meningkat secara signifikan jika tank
digunakan secara bijaksana, yaitu dengan bekerja sama dengan
infanteri, artileri, kelompok penerbangan, dan pemusatan kekuatan
bersama, bukannya berlaga secara tunggal,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini