Jumat, 18 Desember 2015

Kekhawatiran Dunia Arab Terhadap Gerakan Khomeinisme

Pada tahun 1970-an Saudi Arabia tidak pernah menganggap Iran sebagai

ancaman. Padahal, pada masa itu Iran sudah berdiri sebagai negara

Syi'ah terbesar di dunia pasca Revolusi yang menumbangkan Shah Iran

Reza Pahlevi dari kursi kekuasaan, dan Saudi Arabia tidak memasukkan

Iran sebagai ancaman.





Yang menarik dari fenomena revolusi itu adalah komentar dari Said

Hawwa. Said Hawwa seorang ulama besar asal Suriah mengatakan bahwa

yang patut diwaspadai dari Revolusi itu bukan paham Syiah. Tetapi

paham khomeinisme (Khumayniyyah), yang mendorong agar kaum Syiah di

seluruh Tanah Arab melakukan gerakan revolusi melawan semua antek

Amerika. Pendapat itu ditulis oleh Said Hawwa di dalam bukunya

Khumainiyyah (Khomeinisme) yang diterbitkan pada tahun 1983.





Dari perjalanan sejarah itu, dapat dibaca bagaimana isu keagamaan

selalu dimanfaatkan untuk kepentingan politik. It's all about politic.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini