Kamis, 31 Desember 2015

Erdogan, Perjalanan Arab Springnya Sampai Akhir 2015

Karawang - Hubungan Erdogan, pemimpin Turki dengan Bashar Al Assaad,

pemimpin Syria berada di level baik dan hangat selama 1dekade. Tidak

ada gangguan yang berarti, sehingga orang menaruh harapan kepada ke

dua orang pemimpin ini menjadi POROS perlawanan terhadap zionis.





Erdogan tampil gagah dan memukau ketika dia marah kepada pemimpin

zionis di suatu pertemuan Internasional di Eropa.

Bashar dan bapaknya, Hafez mempunyai track record yang tidak usah

diragukan dalam melawan zionis.



Hafez adalah pahlawan perang 67 dan perang Yom Kippur (thn 73) melawan zionis.

Bashar tidak diragukan lagi bantuannya terhadap Hizbullah, kelompok

perlawanan terhadap zionis dari Lebanon Selatan yang terkenal dengan

kemenangan perang 34 hari tahun 2006 lawan zionis. Dan juga

komitmennya untuk tetap bantu pengungsi Palestina di Syria dan

mempertahankan markas Hamas, kelompok perlawanan terhadap zionis

terutama di Gaza, di Damaskus.





Apa yang kurang dengan harmonisasi Persektuan ini ? TIDAK ADA !!!

TAPI........

Begitu gelombang Arab Spring bergulir, godaan dan tipuan mulai bergentayangan..

Godaan dan tipuan itu berupa PENEGAKKAN DEMOKRASI, SYARIAT dan KHILAFAH



Erdogan, entah dia sadar, sekedar mengikuti sebagai anggota NATO, atau

punya agenda tersendiri, mencemplungkan diri ke dalam Arab Spring ini

sebagai pihak yang bergandeng tangan dengan AS dan NATO, menghancurkan

negara yang secara militer kuat dan berpotensi sangat membahayakan

zionis.

Yang paling mencolok adalah terhadap Libya dan Syria. Mulailah Erdogan

berpetualangan di Libya dan di Syria.



Di awal konflik Syria, Erdogan terlibat membantu kalangan IM untuk

mengambil alih kekuasaan di Syria, tentu juga kelompok oposisi

lainnya.



Ternyata, Bashar tidak mudah didongkel. Bashar masih didukung rakyat

Syria dan ulama-ulama berpengaruh Syria seperti Mufti Syria, As Syahid

Syaikh Ramadhan Al Buthi dll.



Di negara-negara Arab lainnya, pendongkelan pimpinan tidak terlalu

lama, tapi di Syria sampai saat ini peperangan tetap masih berlangsung

dan Bashar makin kuat setelah ada bantuan dari Hizbullah, Iran, Iraq

dan Rusia. Pertempuran yang pada awalnya banyak melibatkan pihak

oposisi Syria, makin lama makin banyak fighter asing yang terlibat di

Syria, apalagi sejak dominannya Al Nusra dan terakhir ISIS, sehingga

saat ini fighter asing menjadi andalan AS dan NATO untuk mendongkel

Bashar. Erdogan menyediakan negaranya sebagai pintu masuk dan tempat

berlatih para fighter asing, selain Jordania, Lebanon dan Iraq.



Erdogan makin menjadi-jadi dengan mengirim pasukannya ke Mosul dengan

alasan untuk untuk melawan ISIS, tentu banyak orang ketawa mendengar

alasan ini. Minyak jarahan ISIS pun dengan lancar masuk Turki.



Saat ini, banyak juga yang berpikir, ERDOGAN?

Sekedar membantu IM untuk berkuasa di Syria ?

Sekedar untuk memperluas pengaruh Turki di kawasan ini?

Menggunakan kesempatan ini untuk melibas juga Kurdi?

Atau menjalankan agenda zionis ?

(kalau ini benar, sulit memprediksi akhir konflik Syria kapan akan

berakhir) (Joserizal Jurnalis)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini