Rabu, 14 Oktober 2015

Orang Tua

Orang tua-orang tua

kita bangga punya orang tua,

darinya lahir raga kita,

darinya tumbuh berkembang jiwa kita,

dari air susu dan cucuran keringatnya,

mengeja kata demi kata,

melantun kalimat berirama.



Ini dunia gegap gempita

oleh tangis dan tawa,

ini sedih dan gembira

melebur dalam kasih sayangnya.



Ini suara

berkata tentang orang tua yang menjadi orang tua,

yang melahirkan anak dari termuda hingga tertua,

anak tertua lahir ketika orang tua masih muda,

anak termuda lahir ketika orang tua telah tua,

muda manakah anak tertua dan termuda?

tua manakah anak termuda dan tertua?

kiranya dimana kita mencari jawaban

di kala orang tua menghitung hari yang masih tersisa?



Duh

jangan biarkan mulut yang sudah tidak fasih itu melantunkan tembang

....ini hidup terlanjur bernama nestapa.... jangan,

meski guratan badan itu kodrat,

tapi dia rindu doa itu menjadi embun di kepagian,

dan sorga itu menjadi akhir dari pembaringan.



Duh Tuhan,

di bumiMU kaki lemah ini mencengkram,

Duh Tuhan,

seluas langit mata sayu ini penuh harap

kuatkan tangan fakir ini menggapai di kegelapan

mencari ridloMU yang tak berbatas,

sebelum bumiMU

membukakan pintunya

memperkenankan daku bersimpuh di hadapanMU

mempertanggungjawabkan ketuaanku,

kefakiranku,

kealpaanku.



Duh Tuhan

sebelum fajar ini menyingsing,

jangan pejamkan mataku

untuk menggauli mimpi-mimpi yang tak pasti,

sebelum Kau perkenankan aku

berdoa dan bersyukur kepada kedua orang tuaku.



( Kapurinjing 04.02.2009, Last update: Sat, 10 Jan 2015 12:25:59 +0800)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini