Rabu, 14 Oktober 2015

Kamu Tau Nggak Kalau "Banci" dan "Homo Sex" Itu Penyakit Menular?

Saya tidak menjustifikasi kalau pendapatku ini benar seratus persen.

Pendapatku semata-mata karena saya pernah bekerja bertahun-tahun di

sebuah perusahaan Garmen/Butiq yang dipimpin oleh seorang desainer

banci terkenal, dan baru sebulan yang lalu Bos Banci itu meninggal

dunia. Nama orangnya, tempat usahanya sengaja saya rahasiakan.



Bos itu kalau mencari karyawan (harian dan borongan) selalu ditambah

kriteria "tampan". Kalau nggak tampan yang penting mau bekerja. Bagi

karyawan harian yang kebetulan tampan akan selalu diajak untuk

menemani dia bekerja mendesain beberapa model baju. Tidak ada tugas

sama sekali, hanya menemani dia kerja dan ngobrol ngalor ngidul.



Kebetulan ada salah satu karyawan harian yang juga banci, karyawan

banci ini temasuk karyawan yang setia dan loyal pada sang majikan.

Namun ternyata antara karyawan banci dan majikan yang banci tidak ada

ketertarikan sama sekali. Bertahun-tahun saya mengamati fenomena yang

terjadi dalam perusahaan garmen ini, dan kebetulan sebagian besar

karyawan baik harian maupun borongan juga Bos banci ini tinggal di

dalam karena perusahaan itu menempati sebuah ruko pribadi empat lantai

yang sangat besar.



Kebetulan saya akrab dengan karyawan yang banci ini, maaf, akrab dalam

arti pergaulan muamalah, dan diapun juga akrab dengan hampir semua

karyawan, karena dialah sang juru masak bagi semua penghuni ruko.

Melalui dia saya sedikit banyak mengerti keluhan dia yang katanya

"perempuan terjebak dalam tubuh lelaki", tapi kebetulan dia mengerti

agama, dan menyadari kondisinya yang dianggap sebagai ujian, sama

seperti org lain ada yg diuji dengan penyakit lumpuh, buta ataupun

lainnya. Dan dengan susah payah dan usaha dia melawan perasaannya

akhirnya dia menikahi perempuan (semoga bahagia sampai sekarang) meski

tidak serta merta menghilangkan tingkah fisik dia yang

melambai-lambai.



Saya juga memperhatikan perilaku karyawan yang mau diajak ngobrol

dengan bos banci ini, (isunya ngobrol luar dalam sampai berhubungan

sex jeruk makan jeruk) banyak yang tiba-tiba memperlihatkan perubahan

tingkah laku, baik ucapannya yang serba "dweeh ih", "endaaang" dan

gaya lambaian tangan yang gimanaaa gitu. Daaan....suka colak colek

pantat, amit-amit na'udzubillah, lelaki kok jadi genit. Dan temenku

yang banci ini juga menceritakan bahwa memang kalau seseorang mau

melayani hasrat sex Bos Banci ini dia akan ketularan minimal perilaku

sex menyimpang yang menyukai sesama jenis, dan ini dibuktikan dengan

sering kejadian ketahuan kalau antar sesama karyawan yang pernah

melayani bos juga melakukan hubungan sex sesama jenis. Dan mereka

"rumpiin" pengalaman mereka meski sambil bisik-bisik dengan teman yang

lain.



Kamu tau nggak, saya kerja di situ itu sering sakit, saya berhati-hati

dan rajin berdoa agar terhindar dari perilaku mereka yang jahiliyah,

sakitnya saya mungkin karena disitu hawanya dingin, kan di pegunungan,

juga mungkin karena aura hitam yang dipancarkan oleh para pelaku

maksiat di tempat itu.



Oke, itu pengalamanku dulu sekitar tahun 2000-2005. Semoga kita,

anak-anak kita, saudara-saudara dan semua keluarga kita dijauhkan dari

golongan LGBT, Amin

(LGBT = Lelaki Gak Butuh Tempik / Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini