Kamis, 15 Oktober 2015

Catatan Kecil Sang Narapidana : Sekeping Hati

Sekeping hati,

kadang merasakan cinta, juga benci.

Kadang berbahagia, juga menangis.

Kadang seluas samudera, tiba-tiba menjadi sempit,

hancur, tak berbentuk lagi.





Sekeping hati,

melangkah mendaki tebing,

dalam kesendirian menggapai mimpi,

pedih dan perih.





Aku dimanakah kini,

sekeping hati hendak ku bawa pergi,

berlari menelusuri bukit,

atau berdiam diri menjemput mati.





Sekeping hati,

engkaulah miliku,

abadi.



31 Januari 2014 pukul 7:11

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini