Senin, 05 Oktober 2015

Catatan Kecil Sang Narapidana : Khalwat

Ada sesal

sejenak Engkau tiba

terlanjur aku terpuruk bernama nafsu

Engkau memburunya

dikatakan , itu derita.





Prasangka bertahta

tak mungkin jua Engkau dapatkan aku

karena cinta itu terpetak-

petak

terlanjur aku terpuruk di dalamnya

terlanjur kau tak kan dapat mencapaiku

untuk bersatu di dalamnya.





Mungkin ini awal

dihempaskannya aku dari kesucian sukma

dicampak jauh sukma itu menjauhi badan.





Duh Gusti,

bukan Kau yang mesti memburuku

karena rasa cinta kasih Mu,

akulah yang mesti merindukanMu.





Duh Gusti,

beri aku waktu sedetik lagi

untuk mencampak prasangka di dada ini

biar cinta itu mengalir

mengalirkan air cinta sebening telaga

dari surga suciMu

dan kelak Kau katakan itu kebahagiaan.





Duh Gusti,

inilah cintaku,

yang tak terpetak-petak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini