Rabu, 07 Oktober 2015

Bila Hidup Dalam Anugerah kenyamanan

Hidup? Tentu banyak kisah di dalamnya. Ada suka dan duka, ada miskin

dan kaya, ada lelaki dan perempuan, dan sebagainya.



Bila Anda merasakan hidup ini sudah nyaman, meski hanya dengan

penghasilan sepuluh ribu sehari, maka pertahankanlah, kemudian memperbanyak

syukur dan ibadah, agar semua yang dinikmati menjadi barokah.



Namun bila Anda merasa hidup tidak cukup dengan zona nyaman, dan masih

perlu meningkatkan kualitas kesejahteraan, agar hidup lebih terang

mengkilat, maka teruskanlah berjuang, sampai titik darah penghabisan,

janganlah berhenti, sampai bertemu di sebuah titik yang namanya mati.



Hidup tidak melulu harus nyaman, senyaman pengemis di pinggir jalan,

yang hanya menengadahkan tangan, lalu orang yang masih punya hati

merasa iba kemudian

memberikan beberapa receh uang, dan seperti itulah derajat pengemis,

di mata sebagian orang mungkin terlihat rendah dan hina, namun

"mungkin" nyaman bagi pelakunya, karena memang nyatanya

hidup itu perlu uang, untuk makan, beli pakaian, mukena, sarung dan

sajadah, semua butuh uang, dan itu artinya Anda harus sejahtera.



Mudahkah menggapai kesejahteraan? Tentu jawabnya relatif.



--

-----------------------------------------------------------------------------------------------------



Created By MuhammadSaroji.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini