Kamis, 23 April 2009

Kalau Cinta Hanya Sekedar Nyanyian

Kalau Cinta Hanya Sekedar Nyanyian
Kalau Cinta Hanya Sekedar Nyanyian


Kalau cinta hanya sekedar nyanyian,
tentu aku bisa melantunkannya kepada semua orang,
tapi cinta itu bukan sekedar nyanyian.


ketika cinta itu dapat dirasakan,
adalah karena ia bersemayam di dalam dada,
dan ketika ia dapat merasakan keindahannya,
adalah karena cinta itu sebuah keindahan,
bertutur budi adalah indah,
berbelas kasih adalah indah,
memuji adalah indah,
dan sujud adalah indah,
sujudmu adalah tanda cinta,
dimana engkau merasakan indahnya ketidakberdayaan,
jazadmu yang fana mengajarkan ketidaksombongan,
jiwamu yang kekal mengajarkan ketaqwaan.
Duhai sukma yang mengembara,
yang mencaci maki kesusahan dan penderitaan,
duhai sukma yang selalu berkata tidak,
jika hendak berkehendak,
tidakkah ini sebuah pengingkaran kata hati.


Jika jiwa yang abadi ini merasa perkasa,
dan kalau imanpun hanya sekedar nyanyian pula,
tentu hati ini akan iri,
melihat sepasang merpati yang terbang tinggi,
membelah cakrawala,
mengarungi angkasa,
menelusuri lorong-lorong sukma,
menikmati keindahan hakiki,
sedangkan iman di dada ini sanggup pula mengarungi.


Duh !
Hati ini hendak kemana,
seakan lupa dulunya dari mana.


Duh !
Jazad ini telah renta,
sebentar lagi menikmati kematian.


Duh !
Lahirku betapa renta,
akankah batin ini menikmati indahnya iman ?
Apakah batin ini merasa aman ?


Duh !
Malam yang gelap,
semoga bukan pertanda hati yang gelap,
karema tiada cahaya iman...


Pemalang 10 Agustus 2000

Tidak ada komentar:

Posting Komentar