Langsung ke konten utama

Postingan

Perang Masa Kini

Saya menjelaskan tentang kewajiban menjaga damai seperti yang telah diwariskan oleh para ulama sejak dulu dan mempertahankan tidak berperang. Pada sesi tanya jawab dalam acara Khatib Wasathiyah ada yang bertanya tentang perang yang tidak dalam bentuk membunuh. Yakni dialog, diskusi bahkan berdebat. Saya sampaikan hasil keputusan Bahtsul Masail di Pondok Al-Hikam, Malang, yang bersumber dari uraian ulama maha guru para kiai Nusantara di zaman penjajahan, Sayid Abu Bakar Dimyathi Syatha: ﺇﺫ اﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﺑﺎﻟﻘﺘﺎﻝ ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻮ اﻟﻬﺪاﻳﺔ. "Tujuan dari Jihad dalam bentuk perang adalah untuk mendapatkan hidayah" ﻭﺃﻣﺎ ﻗﺘﻞ اﻟﻜﻔﺎﺭ ﻓﻠﻴﺲ ﺑﻤﻘﺼﻮﺩ، ﺣﺘﻰ ﻟﻮ ﺃﻣﻜﻦ اﻟﻬﺪاﻳﺔ ﺑﺈﻗﺎﻣﺔ اﻟﺪﻟﻴﻞ ﺑﻐﻴﺮ ﺟﻬﺎﺩ ﻛﺎﻥ ﺃﻭﻟﻰ ﻣﻦ اﻟﺠﻬﺎﺩ. "Membunuh orang-orang Kuffar bukan tujuan dari Jihad. Sehingga bila memungkinkan datangnya hidayah dengan menegakkan dalil tanpa membunuh maka cara itu lebih utama dari pada membunuh" (Ianah ath-Thalibin, 4/206) Alhamdulillah dihadiri oleh Kiai Bahrul Widad . Sementara Kiai Zainur Rahma
Postingan terbaru

Prof Dr Ahmad Syafii Ma'arif Meninggal Dunia

Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma'arif Prof. Dr. Ahmad Syafii Ma'arif Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un Telah wafat Guru Bangsa dan tokoh Muslim yang banyak saya teladani salam kehidupan, Prof Dr. Syafi'i Ma'arif, pernah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah. رحمه الله رحمة واسعة ونور قبره ووسع مدخله وضاعف حسناته وكفر سيئاته ونفعنا بعلومه Ikut berbelasungkawa atas wafatnya Prof Dr Ahmad Syafii Ma'arif. Semoga semua amal amal beliau diterima disisi Allah SWT dan semua dosa dosanya diampuni yang maha kuasa. Duka ini bukan hanya duka warga Muhammadiyah, tapi ini adalah duka bagi bangsa Indonesia atas wafatnya salah satu tokoh rakyat dan tokoh umat ini. Inna Lillahi Wa Inna ilaihi Roji'un. (FM)

KH Hasyim Asy'ari, Ulama Pendiri NU

KH Hasyim Asy'ari Ini versi foto keluarga dari almaghfurlah KH Wachid Hasjim yg diberikan kepada Haji Abubakar Aceh pas asisten Kiai Wachid di Kemenag ini menerbitkan buku Sejarah Hidup KH Wachid Hasjim dan Karangan Tersiar pada tahun 1957 ... dan sudah ditashih oleh 1000-an santri santri beliau masa itu yg bertebaran di seantero Pulau Jawa ...  jadi potret atau picture ini jelas sanadnya ...

Hukum mengumandangkan Azan Saat Pemakaman

Di Mazhab Syafi'i sudah terbiasa dengan khilafiyah antar ulama di internal Mazhab. Menjadi tabu ketika dikutip oleh Salafi yang mengklaim kebenaran hanya pendapatnya dan lainnya bidah. Di poster ini mereka mengutip dari salah satu ulama besar Syafi'iyah, Imam Ibnu Hajar Al Haitami. Uniknya kitab Ibnu Hajar banyak sekali tetapi mereka hanya mengambil dari Fatawa Al-Kubra yang memang agak keras dalam penolakan azan saat pemakaman. Coba saya tampilkan pendapat Imam Ibnu Hajar di kitab paling muktamad, yaitu Tuhfah: قَدْ يُسَنُّ الْأَذَانُ لِغَيْرِ الصَّلَاةِ كَمَا فِي آذَانِ الْمَوْلُودِ وَالْمَهْمُومِ وَالْمَصْرُوعِ وَالْغَضْبَانِ وَمَنْ سَاءَ خُلُقُهُ مِنْ إنْسَانٍ أَوْ بَهِيمَةٍ وَعِنْدَ مُزْدَحَمِ الْجَيْشِ وَعِنْدَ الْحَرِيقِ قِيلَ وَعِنْدَ إنْزَالِ الْمَيِّتِ لِقَبْرِهِ قِيَاسًا عَلَى أَوَّلِ خُرُوجِهِ لِلدُّنْيَا لَكِنْ رَدَدْته فِي شَرْحِ الْعُبَابِ وَعِنْدَ تَغَوُّلِ الْغِيلَانِ أَيْ تَمَرُّدِ الْجِنِّ لِخَبَرٍ صَحِيحٍ فِيهِ ، وَهُوَ وَالْإِقَامَةُ خَلْفَ الْمُسَافِرِ “Te

Doa Dalam Ulang Tahun

Doa Dalam Ulang Tahun Al-Hafidz As-Suyuthi menulis ringkasan kitab kecil bernama Wushul Al-Amani bi Ushul At-Tahani, yaitu dalil-dalil yang mendasari ucapan selamat hari raya, pergantian bulan dan tahun serta momentum lain. Di antaranya dalil tentang ucapan selamat adalah ketika ada orang yang baru sembuh dari sakit, ucapan selamat setelah melakukan ibadah haji, ucapan selamat dalam pernikahan, ucapan selamat lahirnya seorang anak, hari raya, tibanya bulan Ramadhan dan lainnya. Di kitab tersebut memang tidak disampaikan dalil secara khusus berkaitan ucapan selamat ulang tahun. Tapi bukan berarti bidah dan dilarang. Sebab ulang tahun adalah hari kebahagiaan sahabat atau tetangga, dan saat mereka berbahagia kita dianjurkan mengucapkan selamat dan doa. Al-Hafidz As-Suyuthi di bagian penutup kitab tersebut menyampaikan riwayat hadis: «ﺃﺗﺪﺭﻭﻥ ﻣﺎ ﺣﻖ اﻟﺠﺎﺭ؟ ﺇﻥ اﺳﺘﻌﺎﻥ ﺑﻚ ﺃﻋﻨﺘﻪ، ﻭﺇﻥ اﺳﺘﻘﺮﺿﻚ ﺃﻗﺮﺿﺘﻪ، ﻭﺇﻥ ﺃﺻﺎﺑﻪ ﺧﻴﺮ ﻫﻨﺄﺗﻪ، ﻭﺇﻥ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪ ﻣﺼﻴﺒﺔ ﻋﺰﻳﺘﻪ»  "Tahukah kalian apa hak tetangga? Jika dia min

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 28

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 28 Orang-orang fasik membuat kerusakan di bumi, karena mereka itu tidak beriman, menghalang-halangi orang lain beriman, memperolok-olokkan yang hak, merusak akidah, merusak atau melenyapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk memakmurkan alam ini buat kemaslahatan manusia serta merusak lingkungan hidup. Mereka orang-orang yang rugi di dunia karena tindakan-tindakannya dan rugi di akhirat dengan mendapat kemarahan Allah. "Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?" ( QS. Al-Baqarah ayat 28 ) Sungguh mengherankan perbuatan kamu itu, wahai orang-orang musyrik! Bagaimana kamu ingkar kepada Allah Yang Maha Esa dengan mempersekutukan-Nya, padahal bukti keesaan-Nya ada dalam diri kamu, yaitu kamu yang tadinya mati dan belum berupa apa-apa, lalu Dia menghidupkan kamu dari tiada, kemudian Dia mematikan

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 27

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 27 الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang  rugi.  ( QS. Al-Baqarah ayat 27 ) Orang-orang fasik itu adalah orang-orang yang melanggar perjanjian Allah setelah perjanjian itu diteguhkan, yaitu perjanjian dalam diri setiap manusia yang muncul secara fitrah dan didukung dengan akal dan petunjuk agama sebagaimana dijelaskan pada Surah al-A 'ra f/7: 172, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan, seperti menyambung persaudaran dan hubungan kekerabatan, berkasih sayang, dan saling mengenal sesama manusia, dan berbuat kerusakan di bumi dengan perilaku tidak t

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 26

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 26 ۞ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَسْتَحْيٖٓ اَنْ يَّضْرِبَ مَثَلًا مَّا بَعُوْضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۗ فَاَمَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْ ۚ وَاَمَّا الَّذِيْنَ كَفَرُوْا فَيَقُوْلُوْنَ مَاذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِهٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهٖ كَثِيْرًا وَّيَهْدِيْ بِهٖ كَثِيْرًا ۗ وَمَا يُضِلُّ بِهٖٓ اِلَّا الْفٰسِقِيْنَۙ Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik, ( QS. Al-Baqarah ayat 26 ) Allah sering membuat perumpamaan untuk menjelaskan kebe-naran dan hakikat yan

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 25

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 25 وَبَشِّرِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ ۗ كُلَّمَا رُزِقُوْا مِنْهَا مِنْ ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوْا هٰذَا الَّذِيْ رُزِقْنَا مِنْ قَبْلُ وَاُتُوْا بِهٖ مُتَشَابِهًا ۗوَلَهُمْ فِيْهَآ اَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ وَّهُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. ( QS. Al-Baqarah ayat 25 ) Dan jika demikian balasan yang akan diterima oleh orang-orang kafir, maka tidak demikian halnya dengan orang-orang yang beriman. Surga yang nyaman dan indah adalah tempat bagi mereka. Sampaika

Ipar Perempuan Adalah Maut

Ilustrasi saudara ipar - File recode.id Ada sebuah hadis yang mengatakan bahwa Ipar perempuan adalah maut. Saya pernah mendengar sebagian orang awam yang menjadikannya sebagai justifikasi untuk berkonflik dengan iparnya dengan menaruh rasa curiga dan buruk sangka. Benarkah demikian Jawabannya: Tidak benar. Konteks hadis tersebut bukan untuk berkonflik dengan ipar perempuan sebagaimana kebiasaan banyak emak-emak di Indonesia. Hadis tersebut selengkapnya berbicara dalam konteks hubungan lelaki dan perempuan. Nabi pada awalnya bersabda: إياكم والدخول على النساء "Kalian harus hati-hati jangan masuk ke tempat perempuan" Lalu seorang sahabat Anshar bertanya kepada Nabi: "Bagaimana pendapat anda tentang ipar perempuan?". Dia bertanya demikian sebab banyak sekali ipar perempuan yang tinggal bersama saudarinya dan otomatis juga serumah dengan suami saudarinya. Saudari ipar seringkali seperti saudara sendiri yang begitu akrab dengan ipar lelakinya sehingga kadang biasa saja b

Erdogan Mengumumkan Akan Kembali Melakukan Operasi Militer di Perbatasan Turki Suriah.

Presiden Turki Erdogan Erdogan mengumumkan akan kembali melakukan operasi militer di perbatasan Turki Suriah. Langkah ini untuk mengamankan jalur keamanan Turki sekitar 30km di sepanjang perbatasan Suriah selatan. Langkah Erdogan ini diyakini akan semakin memanaskan hubungan Turki dan AS apalagi saat ini Turki berseberangan dengan AS dalam isu bergabungnya Swedia dan Finlandia ke NATO. Operasi militer Erdogan ini tentu dikecam oleh AS, karena disana ada 900 tentara AS yang sedang bertugas melawan apa yang mereka sebut perang melawan IS*S. Operasi militer Turki ini ditujukan untuk memerangi kelompok teroris PKK PYD YPG Kurdi yang bekerjasama dengan AS dalam kampanye perang sesat melawan IS*S. AS tahu, bahwa operasi militer ini bukan hanya akan menargetkan teroris PKK dkk nya, tapi lebih jauh akan membahayakan kepentingan kerjasama AS dengan kelompok teroris itu yang selama ini memang AS diam diam mensupport PKK untuk melawan Erdogan. Erdogan dikecam oleh Washington, tapi seperti yang su

Bangkrut: Rajin Ibadah Tapi Masuk Neraka

Ilustrasi sholat - File pngdownload.id Bagaimana mungkin orang yang rajin Sholat. Bukan cuma sholat Wajib dan sholat sunat rawatib. Tapi juga sholat Duha, Sholat Tahajjud, Sholat Safar, dsb. Rajin puasa. Bukan cuma Ramadhan, tapi Syawal, puasa tengah bulan, Senin-Kamis, bahkan Puasa Daud (sehari puasa sehari buka). Kemudian rajin bayar zakat dan sedekah. Tapi di hari kiamat, ternyata pahalanya diambil Allah dan diberikan kepada orang2 yang dia zalimi. Orang2 yang dia katai. Orang2 yang dia hina. Dia pukul. Bahkan bunuh. Saat pahalanya habis dan dosanya masih banyak karena dia menghina orang setiap hari. Memfitnah orang setiap hari, dsb, maka dosa orang2 yang dia zalimi ditimpakan ke dia. Akhirnya meski amal ibadahnya banyak, bukannya masuk surga, malah masuk neraka. Mudah2an kita terhindar dari hal seperti itu. Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut? Para sahabat menjawab, “Allah dan rasulNya lebih mengetahui.” Nabi Saw lalu berkata, ” Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku ialah

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 24

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 24 فَاِنْ لَّمْ تَفْعَلُوْا وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ ۖ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ "Maka jika kamu tidak dapat membuat(nya) -- dan pasti kamu tidak akan dapat" membuat(nya), peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir". ( QS. Al-Baqarah ayat 24 ) Jika kamu tidak mampu membuat surah yang serupa dengan-nya, dan kamu pasti tidak akan mampu melakukannya, sebab hal itu berada di luar kemampuanmu sebagai manusia, maka takutlah kamu akan api neraka dengan memelihara diri dari hal-hal yang dapat menjerumuskan kamu ke dalamnya yang bahan bakarnya manusia yang ingkar/kufur dan batu yang berasal dari patung-patung sembahan dan lainnya, yang disediakan bagi orang-orang kafir dan setiap orang yang bersikap seperti mereka, yaitu menutupi kebenaran tanda kekuasaan Allah. Ayat ini menegaskan bahwa semua makhluk Allah tidak aka

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 23

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 23 وَاِنْ كُنْتُمْ فِيْ رَيْبٍ مِّمَّا نَزَّلْنَا عَلٰى عَبْدِنَا فَأْتُوْا بِسُوْرَةٍ مِّنْ مِّثْلِهٖ ۖ وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al Quran itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar". ( QS. Al-Baqarah ayat 23 ) Dan jika kamu tetap meragukan kebenaran Al-Qur'an yang telah Kami nyatakan tidak ada keraguan di dalamnya, yang Kami turunkan secara berangsur-angsur kepada hamba Kami Nabi Muhammad, maka sebenarnya ada bukti nyata di antara kamu yang dapat menjelaskan kebenarannya, yaitu: buatlah satu surah yang semisal dengannya, baik dari segi sastra, kandungan hukum, nilai-nilai moral, maupun petunjuk lainnya yang ada dalam Al-Qur'an; dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah untuk membantumu dalam meny

Tafsir Kemenag : Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 22

Tafsir Al-Qur'an Surat Al-Baqarah Ayat 22 الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ الْاَرْضَ فِرَاشًا وَّالسَّمَاۤءَ بِنَاۤءً ۖوَّاَنْزَلَ مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً فَاَخْرَجَ بِهٖ مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۚ فَلَا تَجْعَلُوْا لِلّٰهِ اَنْدَادًا وَّاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ "Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui". ( QS. Al-Baqarah ayat 22 ) Sesungguhnya Dialah yang dengan kekuasaan-Nya menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu sehingga layak dan nyaman untuk dihuni, dan menjadikan di atas kamu langit dan benda-benda yang ada padanya sebagai atap, atau sebagai bangunan yang cermat, indah, dan kukuh. Dan Dialah yang menurunkan sebagian dari air, yaitu air hujan, dari langit yang menjadi sumber kehidupan. Lalu Dia hasilkan dengan air itu sebagian