Senin, 25 Desember 2017

Direktur CIA: Israel dan Saudi Bangun Komando Militer Gabungan


Forum Muslim -- Direktur CIA menyebut Israel dan Saudi Arabia telah bekerjasama menghadapi tantangan di Timur Tengah dan menyarankan pembentukan komando militer bersama.

Sebagaimana dilaporkan Press TV, 4 Desember, Direktur CIA Mike Pompeo dalam sambutannya di acara Reagan National Defense Forum di California, mengatakan bahwa Iran dan "negara-negara gagal' menjadi ancaman bagi Saudi Arabia dan Israel, karenanya ia menyarankan kedua negara untuk semakin memperkuat kerjasama.

"Kami telah melihat mereka (Saudis) bekerjasama dengan Israel  melawan terorisme di Timur Tengah, hingga kami bisa meningkatkan hubungan itu dan bekerjasama dengan negara-negara Teluk dan Timur Tengah," katanya.


"Ini sangatlah penting bahwa di Timur Tengah, dimana terdapat negara-negara gagal, dimana terdapat ISIS dan Iran, bahwa kita bisa membangun koalisi yang kuat untuk bekerjasama melawan tantangan-tantangan ini," katanya lagi.

Pompeo menyebut perlunya 'markas komando militer bersama' antara Israel dan Saudi untuk melawan terorisme di kawasan.

Baik Israel dan Saudi Arabia kini merasa terancam dengan semakin kuatnya pengaruh Iran dan Hizbollah, setelah keberhasilan mereka mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah. Dalam kepanikannya itu, Saudi bahkan sempat mengancam akan membawa konflik keduanya ke dalam wilayah Iran.

Pernyataan Pompeo ini hanya mengkonfirmasi pernyataan-pernyataan pejabat Israel tentang hubungan antara Israel dengan beberapa negara Arab, terutama Saudi Arabia. Bulan lalu, misalnya, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan bahwa Tel Aviv menjalin hubungan diam-diam dengan Saudi.

"Kami menjalin hubungan yang sebenarnya rahasia dengan beberapa negara Muslim dan Arab, dan kami bukanlah pihak yang malu dengan hal ini," katanya kepada media Israel.

Sebelumnya, Yaacov Nagel, mantan penasihat keamanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bahkan mengatakan bahwa Saudi Arabia telah bersedia untuk mengorbankan Palestina demi menjalin hubungan lebih dekat dengan Israel.

"Mereka (Saudi) membenci Palestina lebih dari kami membencinya," katanya.

Dan kini, ketika Saudi diam setelah Amerika merampas Jerussalem dari Palestina untuk diberikan kepada Israel, pernyataan para pejabat Amerika dan Israel itu sangat relevan.(sumber : IFP)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini