Kamis, 16 November 2017

Mubahalah

Forum Muslim - Sumpah mubahalah merujuk kepada ayat berikut:

Kemudian sesiapa yang membantahmu mengenainya sesudah kamu beroleh pengetahuan yang benar, maka katakanlah kepada mereka: ?Marilah kita menyeru anak-anak kami serta anak-anak kamu, dan perempuan-perempuan kami serta perempuan-perempuan kamu, dan diri kami serta diri kamu, kemudian kita memohon kepada Allah dengan bersungguh-sungguh serta kita meminta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang berdusta.? [?Ali Imran 3:61]

Perkataan Mubahalah berarti doa yang bersungguh-sungguh untuk menjatuhkan kutukan kepada lawan yang membangkang. Imbuhan Mubahalah menunjukkan wujudnya dua pihak yang saling melakukan perkara yang sama, dalam kes ini saling berdoa kepada Tuhan untuk menjatuhkan laknat kepada pihak yang mengingkari kebenaran.

Merujuk kepada ayat di atas, diriwayatkan bahwa pada satu ketika datang delegasi Nasrani dari Najran untuk berdialog dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di Kota Madinah dalam subjek perbandingan agama antara Kristian dan Islam. Setelah disampaikan segala hujah yang benar yang tidak mampu dijawab oleh delegasi Nasrani, mereka tetap enggan mengakui kebenaran Islam, apatah lagi memeluknya. Keengganan delegasi Nasrani ini menyebabkan Allah Subhanahu wa Ta?ala menurunkan ayat 61 surah ?Ali Imran di atas.

Berdasarkan ayat ini, apabila terdapat dua pihak yang bertikai dengan saling menuduh sementara masing-masing pihak telah mengemukakan hujah masing-masing, maka alternatif terakhir bagi menyelesaikan pertikaian ialah melakukan sumpah mubahalah. Melalui sumpah mubahalah masing-masing pihak membawa ahli keluarga terdekat masing-masing dan bersumpah seandainya pihak yang menuduh berdusta, laknat Allah akan tertimpa ke atas ahli keluarganya.

Kehadiran ahli keluarga terdekat memiliki pengaruh yang amat mendalam sehingga orang yang berdusta dalam membuat tuduhan akan menarik balik tuduhannya itu. Ini kerana dia tidak mahu kesalahan dirinya sendiri memberi kesan buruk kepada ahli keluarga tersayangnya, yang pada asalnya memang tidak bersalah langsung.

Dengan merujuk kepada hadis-hadis yang mengkhabarkan peristiwa mubahalah yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, dapat dirumuskan beberapa syarat sumpah mubahalah:
Ia sebagai alternatif terakhir setelah semua alternatif lain dilaksanakan bagi meleraikan pertikaian.Masing-masing pihak membawa bersama ahli keluarganya yang terdekat.Masing-masing pihak bersama ahli keluarga terdekat hadir secara berhadapan.Masing-masing pihak bersumpah, umpama: ?Demi Allah! Aku bersumpah aku tidak bersalah dalam tuduhan ini. Ya Allah! Yang menuduh telah berdusta dalam membuat tuduhan, maka jatuhkanlah laknat-Mu ke atas penuduh dan ahli keluarganya.? Pihak kedua pula bersumpah, umpama: "Demi Allah! Aku tidak berdusta dalam membuat tuduhan ini. Ya Allah! Yang tertuduh telah berdusta dalam menafikan tuduhan, maka jatuhkanlah laknat-Mu ke atas tertuduh dan ahli keluarganya." (Dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini