Minggu, 01 Oktober 2017

Indonesia Adalah Negara Islami


Indonesia Negara Islami
Hafiz,| Ahad, 01 Oktober 2017 19:03
Oleh M Cholil Nafis
Malam Ahad (30/9) saya memenuhi undangan acara Lailatu Ijtima' Pengurus Cabang NU Karawang. Acaranya meriah dihadiri oleh hampir seribu jemaah. Acara digelar di halaman Masjid.  Namun seusai istighotsah dan sedang acara sambutan, hujan turun deras. Maka terpaksa acara dipindahkan ke dalam masjid.

Temanya menarik, yaitu tentang semangat hijrah membela NKRI dan dasar negara Pancasila. Ternyata tema nasionalisme tak pernah usang di kalangan warga nahdliyin. Bahasa mereka, NKRI adalah harga mati. seraya saya menyampaikan, baiknya NKRI itu harga hidup. 

Mengapa? Sebab kalau mati tak perlu harga, tak perlu perjuangan dan tak perlu berani. Semua orang lama-lama juga akhirnya akan mati. Hal yang sulit adalah pasukan berani hidup, karena jasa-jasanya ia selalu hidup dalam memberi manfaat kepada umat. maka hal seperti ini  selalu butuh perjuangan.

Seperti Kiai Hasyim Asy'ari tak akan pernah wafat selama masih ada pengikut NU karena selalu disebut dan dikenangnya. Demikian juga Imam Syafi' yang hanya hidup 54 tahun (150 -204 H) tak pernah lenyap namanya selama masih ada yang mengkuti mazhabnya. Ia hidup selamanya.

Jasa yang selalu hidup dari para pahlawan kemerdekaan adalah warisan NKRI berdasarkan Pancasila. Jeriyahnya ialah pilihan sistem negara  yang menempatkan agama dan negara bagaikan saudara kembar bahkan bagai dua sisi mata uang. Keduanya tak bisa dipisahkan karena saling menyempurnakan. Agama memberi nilai keadaban sedangkan negara untuk menciptakan keteraturan.

Sebenarnya negara ini sudah mengikuti sunnah Nabi SAW sebagaimana termaktub dalam shahifah madinah (piagam Madinah), Bahwa warga negara Indonesia berkometmen untuk bersama dalam kebhinnekaan. Sebagaimana Rasulullah SAW membentuk negara Madinah.

Indonesia yang berdasarkan Pancasila adalam negara yang islami. Sebab menurut Al-Mawardi dalam kita Al-Ahkamus Sulthaniyah menyatakan, negara Islami itu manakala kepemimpinannya mengemban misi kenabian yang berdiri untuk memelihara keutuhan beragama dan menciptakan keteraturan di dunia. (Al-Imamatu maudhu'atun li khilafatin nubuwah fi hirasatid din wa siasatid dunya).

Negara Indonesia berdasarkan Pancasila adalah harga hidup dan harga mati. Artinya, selama masih berdiri negara Indonesia harus berdasarkan Pancasila demi keutuhan NKRI dan kita siap memperjuangkannya sampai detak jantung menjemput kematian.


*) Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat (NU Online)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini