Selasa, 02 Mei 2017

Surat Terbuka Untuk Ustadz Felix Siauw

Ustadz Felix Siauw
Forum MuslimPak Ustadz Felix Siauw, bukankah semua orang termasuk Bapak paham bahwa Bapak berasal dari HTI (Hizbut Tahrir Indonesia). HTI saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan mengganti NKRI dengan Khilafah versi HTI.

 
Berikut beberapa informasi terakhir, giat-giatnya Mahasiswa di berbagai kampus promosi khilafah. Awalnya topik santun, Islam Rahmatan Lil ‘alamin. Diakhiri dengan deklarasi khilafah.


Jadi Pak, ketika forum khilafah tidak diizinkan kepolisian, yang terjadi adalah pengajian mahasiswa atau simposium lembaga dakwah lalu semangat khilafah disusupkan atau dideklarasikan di sana. Mirip seperti saat saya SMA atau kuliah, jaringan Negara Islam Indonesia (NII) masuk ke masjid kampus atau DKM SMA.
Saya yakin kalau Bapak tidak mempromosikan khilafah Bapak, negara ini tidak akan menolak dakwah Bapak. Apakah ada dai dari Muhammadiyah, NU, Persis, MUI, yang dilarang ceramah? 99,9% tidak ada Pak, kecuali yang melanggar aturan hukum. Jangan kesankan negara melarang Umat Islam dan membuat sebagian Umat Islam turut membenci negara. Negara melarang aktivitas dan penyebaran ideologi HTI Pak. Khilafah tidak sesuai dengan Pancasila dan NKRI yang sudah susah kita bangun ini Pak.
Berikut ini pesan Pak KH Ma’ruf Amin:
“Kita bangsa Indonesia, apapun mahzabnya bangsa kita, tokoh kita, para pendahulu sudah sepakati sistem ini. Jangan membuat sistem baru yang timbulkan gejolak baru, sudah selesai, kesepakatannya sudah selesai. Ini kan gaduh karena ada kelompok baru yang inginkan sistem lain,” tutur Maruf.
Semoga Bapak tidak menutup-nutupi niatan Bapak untuk mempromosikan HTI dan Khilafah dengan kesan sekadar da’wah biasa. Karena banyak Umat Muslim dan teman-teman saya marah kepada kepolisian dan negeri ini karena da’wah Bapak dilarang. Kalau Bapak menutup-nutupi hal ini dan mengesankan Umat Islam dizhalimi sehingga kemudian tersebar kebencian kepada negara, Bapak akan dimintai pertanggungjawaban saat Hisab. Pasti Bapak beriman tentang itu.
Semoga juga Bapak sadar untuk turut menjaga semangat pendiri negara ini. Bukankah HTI tidak laku bahkan di negara-negara timur tengah Pak. Pusatnya saja pindah ke Inggris.
Mengapa HTI tidak ubah dulu sistem khilafah di negara-negara yang sudah mengklaim dirinya sebagai negara Islam seperti Arab Saudi? Apakah sudah coba yakinkan Raja Salman untuk mengubah kerajaannya menjadi khilafah versi HTI? Kalau berhasil baru coba promosikan ke negara Islam lainnya.
Untuk Indonesia, biarkan tetap dengan Pancasila dan NKRI, dan biarkan dengan landasan ini kita dapat menunjukkan bagaimana Islam yang santun dan merahmati tumbuh dan berkembang. Semoga Bapak setuju ya Pak . Maaf ya Pak kesannya memberikan saran strategi .
Pak, Indonesia ini negara dengan penganut Islam terbesar di dunia. Menjadi teladan dengan kedamaian dan keragaman budayanya. Dengan kemampuannya berdiri bersama berbagai suku dan agama yang ada. Wali Songo dan berbagai ulama besar telah susah payah membinanya ratusan tahun. Mohon jangan sampai HTI melihat Indonesia yang besar dan indah ini sebagai sasaran empuk dan efektif uji coba ideologi yang malah akan dapat menghancurkan negeri ini seperti kondisi Arab Spring. Mari kita bangun umat tidak hanya dari perspektif kekuasaan. Kita sudah saksikan konflik besar di antara para sahabat Rasulullah saw dari sisi kekuasaan yang bahkan menyebabkan terpecahnya umat, salah satunya Sunni dan Syiah. Marilah kita giatkan perubahan umat dari sisi sosial budaya, amaliah mulia. Niscaya orang-orang di pemerintahan dan politik pun kelak akan menjadi baik. NU dan Muhammadiyah sudah menunjukkan itu dari dulu, dengan dakwah santun, pesantren, sekolah, rumah sakit, kontribusi dalam membangun negeri. Mengapa kita tidak terus memperbesar gulirannya.
Banyak yang bilang, orang yang sudah memiliki ideologi seperti khilafah dan sejenisnya tidak akan bisa disadarkan. Apalagi ideologi agama. Entah tulisan seperti ini akan menyadarkan Bapak dan teman-teman HTI atau tidak. Karena mungkin sudah banyak tulisan seperti ini dan sudah banyak jawaban yang dibuat untuk meng-counter-nya. Namun tulisan ini merupakan doa dari saya untuk Bapak dan para pendukung HTI sebagai sesama saudara seagama dan kemanusiaan . Karena Allah berfirman, tidak ada yang dapat menempuh jalan itu kecuali atas kehendak Allah [76:29-30]. Saya doakan Bapak dan teman-teman HTI dapat merasakan hidayah bagaimana negeri ini ditakdirkan untuk menjadi rahmat bagi semesta dengan cara yang damai dan indah, dengan kekuatan hikmah dan sosio-kultural, bukan dengan pendekatan kekuasaan dan khilafah. Aamiin YRA.
Salam takdim,
Ahmad Shalahuddin Zulfa/harakatuna.com

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini