Selasa, 02 Mei 2017

Siapa Yang Mau Menerapkan Syariah?

Ilustrasi Bendera Khilafah
Forum MUslim - Dahulu, orang yang pertama kali merusak agama Ismail adalah Amr bin Luhay bin Qam'ah bin Khandzaf al-Khuza'i. Dia membawa Hubal dari Bani Amlek bin Lawidz bin Syam bin Nuh. Dia apercaya bahwa Hubal akan memberinya rejeki dan keamanan. Sejatinya yang dibawa oleh Amr al-Khuza'i adalah kebodohan, illiterasi, dan keengganan berpikir. Tiga hal ini merusak agama Ismail menjadi paganisme, seperti membawa keabiasaan buruk zoroaster yang dilakukan oleh Yezderged II dengan mengawini anaknya sendiri, masdakisme yang menjadikan perempuan sebagai milik bersama, atau keburukan kolonialisme Romawi yang juga gemar bertentangan dengan Kristen Syria dan Mesir.

Dalam sufisme, hubal ini bukan hanya berwujud patung yang disembah, melainkan apa pun selain Allah yang disembah dan dipuja-puja. Diantara hal2 yang disembah adalah jabatan yang disalahgunakan, anak dan istri yang melalaikan, harta yang menjauhkan dari Allah, dan kekuasaan yang diselewengkan. Menurut Ibnu Athaillah Assakandari, tak ada yang bisa menghilangkan berhala2 itu sesempurna pemuda, dan tidak ada pemuda kecuali Ali bin Abi Thalib.

Jika tiba2 ada partai politik yang prestasi terbrsarnya adalah korupsi, atau organisasi pendukung ISIS yang ingin menegakkan syariah, kira2 syariah macam apa yang akan mereka terapkan? Syariah penggal potong bagi musuh dan penjualan orang merdeka sebagai budak2 yang biasa dilakukan oleh ISIS? Atau apa? Apakah mau jika anggota partai pendukung syariah ini dipotong tangannya jika ketahuan korupsi? Apa mau dirajam sampai mati jika ada bukti bahwa anggota2 partai itu pernah menerima gratifikasi sex? Saya yakin banyak yang akan kehilangan tangan dan mati dirajam jika benar syariah ini diterapkan dengan benar. Tapi, saya juga berkeyakinan, ini hanya omong kosong politik saja.

Jangan lupa, agama pun bisa menjadi berhala2 bagimu jika kaujadikan agama itu kedok untuk nafsu politik. Judul syariah hanya dipakai untuk membuat kebrutalan ISIS merajalela di negeri ini.
Jangan sampai kita kembali lagi ke zaman jahiliyah seperti yang diinisiasi oleh Amr al-Khuza'i, jika kita nyaman dengan keasyikan bertaqlid tanpa mau berpikir dan belajar berpikir.
Menurut Ibnu Bayyah, bahkan jika pun negara menerapkan syariat Islam tak berarti negara itu benar2 menerapkan syariah Islam tanpa menjaga kondisi (dhurūf), sebab2 (asbāb), dan penghalang2 (mawāni'); maksudnya tanpa me-maintan kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Gampangannya: berbicara syariah jangan ngomong masalah hukumannya saja, tp juga perangkat keadilan dan kesejahteraan rakyat menurut Islam juga. Dan dalam konsep ini, benar, bahkan negara yang menganut syariah Islam saja blm tentu menerapkan syariah itu sendiri. Nabi SAW bersabda:

وإذا حاصرت أهل حصن فأرادوك أن تنزلهم على حكم الله فلا تنزلهم على حكم الله، ولكن أنزلهم على حكمك، فإنك لا تدري أتصيب حكم الله فيهم أم لا

‘’Jika engkau mengepung suatu benteng, lalu penghuni benteng tersebut meminta agar kamu memperlakukan mereka sesuai dengan hukum Allah maka janganlah kamu memperlakukan mereka dengan hukum Allah. Akan tetapi perlakukanlah mereka sesuai dengan hukummu, karena kamu tidak tahu apakah kamu tepat dalam memperlakukan mereka sesuai dengan hukum Allah atau tidak.” (Hadits riwayat Muslim dan lainnya dari hadits Buraidah bin Al Hushaib)

يحْكُمُ بِهِ ذَوَا عَدْلٍ مِّنكُمْ

Menurut putusan dua orang yang adil diantara kamu. (Qs. Al-Naidah 95)

فابعثوا حكمًا من أهله وحكمًا من أهلها

"Maka kirimlah seorang hakim dari keluarga laki-laki dan seorang hakim dari keluarga perempuan." (Annisa 35)

1 hadis dan 2 ayat ini, menurut Ibnu Bayyah, adalah dalil bahwa agama membuka seluas2nya pada ikut campurnya akal pikiran jika menyangkut urusan manusia dan kemaslahatannya.
Terakhir, tahukah Anda inti dari syariah Islam? Intinya adalah menolak kemudharatan dan mendatangkan kemaslahatan (daf'u al-mafaasid wa jalbu al-mashaalih). Siapa saja yang bisa mendatangkan pembangunan yang hebat bagi bangsa ini dan menangkal marabahaya, dia telah melaksanakan inti dari syariah Islam. Ojo ngomong syariah gur ngomongi hukumane thok, tapi fasilitas2 pelaksanaan syariah seperti menghilangkan kemiskinan, kebodohan, memberikan kenyamanan dan keamanan, tidak dipenuhi. Dan selama partai2 korup itu yang berkoar2 menjanjikan kesejahteraan, saya 1000% tidak percaya. (Sumber : 
Khoiron Mustafit Alwie)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini