Rabu, 03 Mei 2017

Kisah Tragis Terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Al Qaeda, Osama Bin Laden

Osama Bin Laden - File slobodnadalmacija.hr - Reuters
Forum Muslim - Osama bin Laden, pendiri al-Qaeda meninggal dibunuh oleh pasukan elite AS, SEAL, dalam operasi di Abbottabad, Pakistan, 2 Mei 2011. Robert O’Neill, pria yang mengklaim menembak kening Osama bin Laden dalam operasi “SEAL Team 6” Amerika Serikat (AS) pada tahun 2011 menceritakan adegan kematian pendiri al-Qaeda itu dalam sebuah buku yang dia tulis. Dia mengklaim akibat tembakannya, kepala Osama terbelah berbentuk V dan itu menjadi alasan mengapa foto jasad korban tidak pernah dirilis.

Buku tentang kematian Osama bin Laden itu berjudul “The Operator”. Dalam bukunya, O'Neill juga menceritakan kariernya sebagai mantan kepala marinir yang mencakup 400 misi. Tapi, perannya dalam serangan tim elite SEAL di kompleks persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan, telah menjadi yang paling penting. 

Peringatan ulang tahun keenam serangan bersejarah itu jatuh pada hari Selasa (2/5/2017).

Menurut O'Neill, dia berjalan di belakang rekan-rekannya di SEAL saat menggeledah kompleks bangunan tiga lantai milik keluarga Laden. Di lantai atas, mereka bisa secara kasar dan mengetahui putra Osama bin Laden yang memiliki AK-47.

”Khalid, kemarilah,” teriak seorang anggota SEAL dalam bahasa Arab. Teriakan itu memancing putra Osama muncul. ”Apa?" jawab Khalid sambil menampakkan wajahnya dari sebuah ruangan. Seketika Khalid tewas sesaat setelah wajahnya ditembus peluru anggota SEAL.

Para anggota pasukan elite AS ini lantas mengeledah setiap kamar di lantai tiga. Di salah satu ruangan, Osama terlihat bersembunyi bersama tiga dari empat istri berserta 17 anaknya.

O'Neill terus meletakkan tangannya di pundak anggota SEAL yang paling depan saat mereka menaiki tangga. Para anggota SEAL percaya, setiap orang di lantai tiga menyiapkan rompi bom bunuh diri untuk perlawanan terakhir.

O’Neill lantas mengambil keputusan untuk beraksi. Pundak rekannya dia tekan sebagai aba-aba untuk meluncurkan serangan. O’Neill dan seorang rekannya menerobos sebuah tirai yang di baliknya terdapat dua perempuan yang ketakutan.

Sementara itu, Osama bin Laden terlihat berdiri dengan tangan memegang pundak seorang perempuan di depannya. Perempuan itu adalah Amal, istri termuda Osama.

”Dalam waktu kurang dari satu detik, saya mengarahkan ke atas bahu kanan wanita dan menarik pelatuk dua kali,” tulis O’Neill di bukunya yang dilansir Business Insider, Rabu (3/5/2017). ”Kepala bin Laden terbelah, dan dia terjatuh. Saya menembuskan peluru lain di kepalanya. Asuransi,” lanjut operator SEAL Team 6 itu.

Sejatinya, ada beberapa perselisihan mengenai siapa yang melepaskan tembakan fatal terhadap Osama. Namun, sebagian besar klaim yang muncul memang menyebut O'Neill yang menembak kepala Osama bin Laden di beberapa titik. 

Menurut sebuah artikel yang dilaporkan dalam The Intercept, rentetan tembakan O'Neill membuat kepala Osama di bagian kening terbelah berbentuk V.

Buku O'Neill juga menceritakan bahwa para operator SEAL harus menyatukan kepala Osama bin Laden untuk identifikasi. Menurut Jack Murphy, mantan anggota Ranger Angkatan Darat AS, kejadian itu bukan akhir dari mutilasi tubuh Osama bin Laden.

Dua sumber mengatakan kepada Murphy pada tahun 2016 bahwa beberapa anggota SEAL bergiliran meneliti tubuh bin Laden, yang akhirnya diketahui terdapat lebih dari 100 lubang peluru di dalamnya.

Murphy menyebut klaim tidak “tidak berlebihan”. ”Gambaran itu sendiri kemungkinan akan menyebabkan skandal internasional, dan investigasi akan dilakukan untuk bisa mengungkap operasi lain. Aktivitas yang banyak akan dilakukan apapun agar tetap terkubur,” tulis dia.

Jasad Osama lantas dibawa kembali ke Afghanistan untuk identifikasi penuh. Kemudian dikirim ke kapal induk USS Carl Vinson (CVN-70) untuk dimakamkan di laut. Di suatu tempat di Laut Arab pada tanggal 2 Mei 2011, seorang perwira militer membaca ucapan doal yang disiapkan, dan tubuh bin Laden tergelincir ke laut.

Departemen Pertahanan AS mengaku tidak dapat menemukan foto atau video dari acara tersebut. Pengakuan Pentagon itu muncul melalui email yang diperoleh The Associated Press pada tahun 2012.(Sindonews)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini