Selasa, 02 Mei 2017

Demi Cinta Gadis Bule Asal Italia Nekad Datang ke Batang - Jawa Tengah Untuk Menemui Pacarnya, Akhirnya Masuk Islam Dan Menikah

IIllaria- Gadis asal Italia
Forum Muslim - Batang -- Sebuah rumah di Desa Tragung, Kecamatan Kandeman, Batang, Jawa Tengah, hari-hari ini menjadi pusat perhatian masyarakat. Warga berbondong-bondong datang ke rumah itu bukan karena kemegahan bangunannya. Bahkan, rumah tersebut jauh dari kesan itu.

Lantainya masih dari semen, bukan keramik. Di ruang tamu juga hanya ada perabot sederhana, macam meja bundar beserta tiga kursi kayu. Di sebelahnya sebuah dipan kayu.

Rumah yang didominasi cat kuning dan hijau itu dihuni seorang ibu beserta anak lelakinya. Sang ibu bernama Ismoyowati (50), sedangkan putranya bernama Dzulfikar. Suami Ismoyowati atau ayah Dzukfikar sudah lama meninggal dunia. Sedangkan adik Dzulfikar tinggal di Tegal, untuk mencari penghidupan. Rumah tersebut merupakan rumah peninggalan nenek Dzulfikar yang meninggal setahun lalu. Rumah Keluarga Dzulfikar sendiri berada persis di sebelah rumah neneknya.

Rumah itu sejak Rabu (19/4) ramai menjadi pembicaraan menyusul datangnya tamu istimewa dari jauh. Tamu asing tersebut adalah Illaria Monte Bianco, gadis 21 tahun asal Bari, Italia. Dia rela jauh-jauh datang ke Desa Tragung hanya untuk menemui pujaan hatinya, Dzulfikar, sang pemuda 24 tahun itu. Mereka dipertemukan via laman pertemanan Facebook.

Illaria tiba seorang diri di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng pada Selasa Sore, (18/4). Untuk menuju Tragung ia menggunakan jasa travel dan sampai Tragung pada pukul 02.30 WIB keesokan harinya. Ketika sudah memasuki kawasan Kandeman, ia hampir saja menyerah untuk menemui Dzulfikar. Pasalnya ia dan supir travel sempat putus asa mencari alamat pemuda 24 tahun tersebut.

“Mungkin ini kuasa tuhan, untungnya ada orang sini yang ingin berangkat kerja. Dan akhirnya dengan bantuan orang tersebut Illaria bisa sampai ke rumah. Saya sendiri tidak bisa berkata apa-apa. Saya merasa seperti seluruh isi bumi ini menimpa saya. Apalagi melihat perjuangan dia ke sini. Dengan tahu kondisi saya yang sederhana. Bahkan tahu saya tidak bisa menjemputnya saja dia malah semakin berjuang ke sini,” terang Dzulfikar saat diwawancarai www.radarpekalongan.com di kediamanya, Sabtu (22/4). Sayangnya ketika dikunjungi Illaira tidak bisa diajak wawancara lantaran sedang beristirahat dan menikmati perayaan Kartini di SDN Tragung 01 depan rumah.

Anak sulung dari dua bersaudara itu mengaku awal perkenalan mereka dimulai dari jejaring Facebook. Pemuda yang kerap disapa Fikar ini memang yang menambahkan Illaria sebagai teman lantaran adanya saran pertemanan di laman Facebooknya.

Tampak Illaria (kiri), bule asal Italia yang rela datangi rumah sang pujaan hati di Kabupaten Batang

“Saya yang ngeadd duluan. Kemudian saya chat dia dulu untuk menawarinya berkunjung ke Batang. Awalnya dia juga tidak yakin dan percaya sama saya. Tapi setelah berkomunikasi selama kurang lebih dua tahun mulai tumbuh rasa sayang dan rasa kekeluargaan. Ya awalnya seperti hubungan adik-kakak. Kami juga sering berbagi kegiatan kami melalui whatsapp. Saling kirim foto, terutama foto makanan yang kami makan sehari-hari, ” terang pemuda yang sebelumnya pernah menjadi sekuriti tersebut.

Untuk berkomunikasi, mereka menggunakan Bahasa Inggris. Meski hanya berijazah paket C, perbendaharaan kata yang ia tahu cukup banyak dan makin banyak ketika sering berkomunikasi dengan Illaria.

“Selama ini kami tidak pernah mis komunikasi. Mungkin karena sudah terbiasa jadi tidak ada kendala. Saya dari kecil sudah suka Bahasa Inggris, karena bapak dulu sering belikan vcd Tom and Jerry. Kalau di akhir cerita kan ada credit-nya saya belajar bahasa Inggris dari kata2 itu. Kemudian sering nonton film barat. Lama-lama sudah terbiasa tidak pakai subtitle, ” terangnya.

Dari keterangan Fikar, Illaria sendiri lahir di kota Bari November 1995. Seusai tamat sekolah tingkat SMA ia sempat bekerja di berbagai bidang, seperti menjadi customer service, instruktur renang anak dan perawat.

“Memang dia menabung selama dua tahun untuk pergi ke sini. Dia bukan kerja di restoran, t

tapi dia bekerja sebagai instruktur renang anak, dan menjadi perawat di rumah sakit. Kami memang awalnya sudah berdiskusi untuk mengunjungi negara masing-masing. Tetapi setelah kami ukur dan hitung dari basic income kami, akhirnya diputuskan Illaria yang ke sini dulu. Karena kondisi saya yang membutuhkan waktu lebih lama untuk ke sana,” imbuh mantan sekuriti suatu instansi di Batang tersebut.

Sementara itu, ibu kandung Dzulfikar, Ismoyowati (50) mengaku kedatangan lllaria ini sempat membuatnya syok. Pasalnya Fikar sendiri baru memberi tahu dua minggu sebelumnya. Dia benar-benar tidak menyangka gadis muda itu datang untuk menemui dan bersedia menikah dengan putranya. Terlebih sikap illaria yang penurut, lembut dan ramah pun membuatnya merasa seperti ibunya sendiri.

“Anaknya itu ramah mbak, halus juga. Malah kelakuannya itu kayak putri Solo. Anteng, manut. Kalau ada tamu ya disalamin satu-satu, dari kemarin banyak sekali yang mau bertemu dan foto. Makanya ia sekarang sedang istirahat. Tapi kalau foto dia memang tidak mau. Tapi kemarin pas ada anak kecil yang ke sini minta foto dia malah mau. Malah dipeluk anak kecilnya,” terangnya.

Kedatangan Illaria ini juga mendapat respon baik dari tetangga sekitar. Mereka tidak menyangka jika ada bule yang mampir ke desanya. Kedatangannya pun memberikan berkah sendiri bagi keluarga Fikar. Beberapa saudara yang jarang berkunjung pun kemudian berkunjung karena penasaran dengan sosok illaria.

“Kedatangan Illaria ini ada berkahnya juga. Menyatukan keluarga kami yang sudah lama tidak bertemu. Karena pada penasaran dengan sosok Illaria . Malah mereka ke sini dan ngajak Illaria untuk berkunjung ke rumahnya. Banyak yang minta Illaria berkunjung ke rumah, tapi baru beberapa saja yang dituruti.”

Rencananya keduanya akan segera melakukan pernikahan. Illaria pun sudah menyatakan tekat untuk masuk agama Islam. Saat ini pihaknya sedang berusaha untuk menyelesaikan masalah administrasi tersebut. (Sumber : Radar Pekalongan)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini