Langsung ke konten utama

Pancaran Sinar Tawadhu

Forum Muslim - Pancaran sinar Tawadhu’ yang mengguncang hati dari para pecinta sang Nabi Saw, samudera kesempurnaan akhlak.
Nabi Saw bersabda : “ Barangsiapa yang merasa rendah hati maka Allah akan mengangkat derajatnya dan barangsiapa yang merasa sombong, maka Allah akan merendahkannya “.
Ali bin Abi Tholib Ra berkata “ Barangsiapa yang ingin melihat ahli neraka, maka lihatlah kepada seseorang yang duduk sedangkan di hadapannya ada kaum yang berdiri “.
Suatu kaum berjalan di belakang Hasan Al-Bashri Rh maka beliau malarang mereka dan berkata “ Ini tidak sepatutnya ada di hati seorang mukmin “.

Ibnu Wahab Rh berkata “ Suatu hari aku duduk di dekat Abdul Aziz Ar-Rawwad lalu lututku menyentuh lututnya, maka aku alihkan lagi lututku dari lututnya, kemudian ia malah menarik bajuku dan mendekatkanku kembali padanya dan berkata “ kenapa anda berbuat padaku seperti perbuatan orang yang sombong, sesungguhnya aku tidak melihatmu lebih buruk dari aku “.

Umar bin Abdul Aziz Ra suatu hari kedatangan tamu, sedangkan beliau sedang menulis dan tiba-tiba lampu obornya hampir padam. Si tamu berkata “ Biarkan aku yang berdiri dan memperbaikinya “. Beliau berkata “ Bukan termasuk sifat dermawan jika ia meminta bantuan kepada tamunya “. Si tamu itu berkata lagi “ Biar aku bangunkan pelayan ?”. Beliau menjawab “ Dia baru saja tidur “. Kemudian beliau berdiri, mengambil lampu obor itu dan mengisinya dengan minyak “. Si tamu berkata padanya “ Engkau melakukan semua ini sendiri wahai Amirul mukminin (pak perisiden)? Beliau menjawab “ Aku berjalan dan aku Umar, aku kembali dan aku tetap Umar, tidak ada yang kurang dariku sedikitpun dan sebaik-baik manusia di sisi Allah adalah yang merasa rendah hati “.

Syekh Umar Al-Muhdor bin Abdurrahman as-Segaf : " Andai aku tahu kalau satu sujudku diterima oleh-Nya, niscaya kujamu seluruh penduduk Tarim, bahkan ternak-ternak mereka sekalian.”
Habib Abu Bakar bin Abdullah Al-Aydrus Al-Adny berkata “ Mencium tanganku seperti menampar wajahku dan mencium kakiku seperti mencongkel mataku “.
Beliau juga berkata “ Aduhai andai saja aku tidak dikenal seoranpun dan aku tidak mengenal seorangpun. Andai saja aku tidak lahirkan “. Padahal beliau adalah seorang wali besar yang bertabur karamah.

Sahl At-Tusturi sering berjalan di atas air tanpa sedikitpun kakinya menjadi basah. Seseorang berkata kepada Sahl: “ Orang-orang berkata bahwa engkau dapat berjalan di atas air “.
Beliau menjawab “ Tanyakanlah kepada muadzdzin di masjid ini, ia adalah seorang yang dapat dipercayai”. Kemudian orang itu mengisahkan : “ Telah kutanyakan kepada si muadzdzin dan ia menjawab “ Aku tak pernah menyaksikan hal itu. Tetapi beberapa hari yang lalu ketika hendak bersuci Sahl tergelincir ke dalam sumur dan seandainya aku tidak ada di tempat itu niscaya aia telah binasa “. Ketika Abu Ali bin Daqqaq mendengar kisah ini, ia pun barkata “ Sahl mempunyai berbagai karamah tetapi ia ingin menyembunyikan hal itu “

Pada suatu hari pelayan wanita Rabi’ah Al-Adawiyyah hendak memasak sup bawang karena telah beberapa lamanya mereka tidak memasak makanan. Ternyata mereka tidak mempunyai bawang. Si pelayan berkata kepada Rabi’ah “ Aku hendak meminta bawang kepada tetangga sebelah “.
Tetapi Rabi’ah mencegah “ Telah 40 tahun aku berjanji kepada Allah tidak akan meminta sesuatu pun selain kepada-Nya. Lupakanlah bawang itu “. Segera setelah Rabi’ah berkata demikian, seekor burung meluncur dari angkasa, membawa bawang yang telah terkupas di paruhnya, lalu menjatuhkannya ke dalam belangga.

Menyaksikan peristiwa itu Rabi’ah berkata “ Aku takut jika semua ini semacam tipu muslihat (istidraj) “. Rabi’ah tidak mau menyentuh sup bawang tersebut. Hanya roti sajalah yang dimakannya.
Orang-orang bertanya kepada Malik bin Dinar “ Tidakkah engkau keluar bersama kami untuk minta hujan ? “ ia menjawab “ Aku takut akan turun hujan batu karena aku. Kalian sedang menanti hujan air sedangkan aku merasa khawatir turun hujan batu sebab keluarnya aku bersama kalian “.
Muhammad bin Wasi’ Rh berkata “ Kami telah tenggelam dalam dosa. Seandainya seseorang di antara kalian dapat mencium bau dosa niscaya ia tidak akan mampu duduk bersamaku “.
Utbah Al-Ghulam Rh suatu hari pernah melewati suatu tempat lalu ia bergemetar keras hingga keringatnya bercucuran. Teman-temannya bertanya kepadanya “ Kenapa engkau seperti itu ? Beliau menjawab “ Ini adalah tempat aku pernah bermaksyiat dulu sewaktu aku masih kecil “.

Malik bin Dinar Rh berangkat haji dari Bushro ke Makkah dengan berjalan kaki. Ketika ditanya “ Kenapa engkau tidak menaiki kendaraan ? Beliau menjawab “ Apakah seorang budak yang bersalah dan melarikan diri tidak merasa puas dengan berjalan kaki menuju tuannya untuk meminta maaf ? Demi Allah seandainya aku menuju Makkah dengan melewati bara api, pasti akan aku lakukan dan hal itu belum seberapa “.

Yusuf bin Asbath Rh berkata “ Puncak tawadhu’ adalah engkau keluar dari rumah dan engkau tidak melihat / berprasangka kepada orang lain kecuali orang itu lebih baik darimu “
(Dinukil dari kitab Tanbih Al-Mughtarrin, karya Syaikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni dan kitab Syarh 'Ainiyyah karya Habib Abdullah Al-Haddad) (Sumber : Hasanain Haikal)

Artikel Terkait

Komentar

Artikel Populer

Prahara Aleppo

French Foreign Minister Bernard Kouchner takes off a Jewish skull-cap, or Kippa, at the end of a visit to the Yad Vashem Holocaust Memorial in Jerusalem, Tuesday, Sept. 11, 2007. Kouchner is on an official visit to Israel and the Palestinian Territories. (AP Photo/Kevin Frayer) Eskalasi konflik di Aleppo beberapa hari terakhir diwarnai propaganda anti-rezim Suriah yang sangat masif, baik oleh media Barat, maupun oleh media-media “jihad” di Indonesia. Dan inilah mengapa kita (orang Indonesia) harus peduli: karena para propagandis Wahabi/takfiri seperti biasa, mengangkat isu “Syiah membantai Sunni” (lalu menyamakan saudara-saudara Syiah dengan PKI, karena itu harus dihancurkan, lalu diakhiri dengan “silahkan kirim sumbangan dana ke no rekening berikut ini”). Perilaku para propagandis perang itu sangat membahayakan kita (mereka berupaya mengimpor konflik Timteng ke Indonesia), dan untuk itulah penting bagi kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Suriah. Tulisan i

Sholawat-Sholawat Pembuka Hijab

Dalam Islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam dan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau mengucapkan kalimat-kalimat tertentu (seperti dzikir, sholawat, doa dll ). Bahkan sebagian di antara mereka menerima redaksi sholawat langsung dari Rasulullah dengan ditalqin kata demi kata oleh Beliau saw. Maka jadilah sebuah susunan dzikir atau sholawat yg memiliki fadhilah/asror yg tak terhingga.  Dalam berbagai riwayat hadits dikatakan bahwa siapa pun yang bermimpi Nabi saw maka mimpi itu adalah sebuah kebenaran/kenyataan, dan sosok dalam mimpinya tersebut adalah benar-benar Nabi Muhammad saw. Karena setan tidak diizinkan oleh Alloh untuk menyerupai Nabi Muhammad saw. Beliau juga bersabda, "Barangsiapa yg melihatku dalam mimpi maka ia pasti melihatku dalam keadaan terjaga" ----------------------------- 1. SHOLAWAT JIBRIL ------------------------------ صَلَّى اللّٰهُ عَلٰى مُحَمَّدٍ SHOLLALLOOH 'ALAA MUHAMMA

Mengelola Blog Wordpress dan Blogspot Melalui Ponsel

Di jaman gatget yang serba canggih ini, sekarang dasboard wordpress.com dan blogspot.com semakin mudah dikelola melalui ponsel. Namun pada settingan tertentu memang harus dilakukan melalui komputer seperti untuk mengedit themes atau template. Dan bagi kita yang sudah terbiasa "mobile" atau berada di lapangan maka kita bisa menerbitkan artikel kita ke blog wordpress.com melalui email yang ada di ponsel kita, so kita nggak usah kawatir.

3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup - Himayah atau Pemimpin Ulama di Tanah Banten

Forum Muslim - Banten merupakan provinsi Seribu Kyai Sejuta Santri. Tak heran jika nama Banten terkenal diseluruh Nusantara bahkan dunia Internasional. Sebab Ulama yang sangat masyhur bernama Syekh Nawawi AlBantani adalah asli kelahiran di Serang - Banten. Provinsi yang dikenal dengan seni debusnya ini disebut sebut memiliki paku atau penjaga yang sangat liar biasa. Berikut akan kami kupas 3 Ulama Paku Banten paling keramat yang masih hidup. 1. Abuya Syar'i Ciomas Banten Selain sebagai kyai terpandang, masyarakat ciomas juga meyakini Abuya Syar'i sebagai himayah atau penopang bumi banten. Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang banten sendiri masih banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau memang jarang sekali terlihat publik, kesehariannya hanya berdia di rumah dan menerima tamu yg datang sowan ke rumahnya untuk meminta doa dan barokah dari Beliau. Banyak santri - santrinya yang menyaksikan secara langsung karomah beliau. Beliau jug

Amalan Pada Malam Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha

Nabi Muhammad ﷺ bersabda: عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه أن رسول ﷺ قال: “من أحيا ليلة الفطر وليلة الأضحى لم يمت قلبه يوم تموت القلوب” رواه الطبراني في الكبير والأوسط. Dari Ubadah Ibn Shomit r.a. Sungguh Rosulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa menghidupkan malam Idul Fitri dan malam Idul Adlha, hatinya tidak akan mati, di hari matinya hati." ( HR.Thobaroni ) عن أبي أمامه رضي الله عنه عن النبي ﷺ قال : “من قام ليلتي العيدين محتسباً لم يمت قلبه يوم تموت القلوب”. وفي رواية “من أحيا” رواه ابن ماجه Dari Abi Umamah r.a, dari Nabi ﷺ, bersabda: Barangsiapa beribadah di dua malam Hari Raya dengan hanya mengharap ALLAH, maka hatinya tidak akan mati pada hari matinya hati. ( HR. Ibnu Majah ) Bagaimana cara menghidupkan dua Hari Raya itu? Telah disebutkan oleh Syaikh Abdul Hamid Al Qudsi, dengan mengamalkan beberapa amalan: 1. Syaikh Al Hafni berkata: Ukuran minimal menghidupkan malam bisa dengan Sholat Isya’ berjama’ah dan meniatkan diri untuk jama’ah Sholat Shubuh pada besoknya. Atau mempe

KH.MUNFASIR, Padarincang, Serang, Banten

Akhlaq seorang kyai yang takut memakai uang yang belum jelas  Kyai Laduni yang pantang meminta kepada makhluk Pesantren Beliau yang tanpa nama terletak di kaki bukit padarincang. Dulunya beliau seorang dosen IAIN di kota cirebon. Saat mendapatkan hidayah beliau hijrah kembali ke padarincang, beliau menjual seluruh harta bendanya untuk dibelikan sebidang sawah & membangun sepetak gubuk ijuk, dan sisa selebihnya beliau sumbangkan. Beliau pernah bercerita disaat krisis moneter, dimana keadaan sangatlah paceklik. Sampai sampai pada saat itu, -katanya- untuk makan satu biji telor saja harus dibagi 7. Pernah tiba tiba datanglah seseorang meminta doa padanya. Saat itu Beliau merasa tidak pantas mendoakan orang tersebut. Tapi orang tersebut tetap memaksa beliau yang pada akhirnya beliaupun mendoakan Alfatihah kepada orang tersebut. Saat berkehendak untuk pamit pulang, orang tersebut memberikan sebuah amplop yang berisi segepok uang. Sebulan kemudian orang tersebut kembali datang untuk memi

ALASAN ALI MENUNDA QISHASH PEMBUNUH UTSMAN

Oleh :  Ahmad Syahrin Thoriq   1. Sebenarnya sebagian besar shahabat yang terlibat konflik dengan Ali khususnya, Zubeir dan Thalhah telah meraih kesepakatan dengannya dan mengetahui bahwa Ali akan menegakkan hukum qishash atas para pemberontak yang telah membunuh Utsman.  Namun akhirnya para shahabat tersebut berselisih pada sikap yang harus diambil selanjutnya. Sebagian besar dari mereka menginginkan agar segera diambil tindakan secepatnya. Sedangkan Ali memilih menunda hingga waktu yang dianggap tepat dan sesuai prosedur. 2. Sebab Ali menunda keputusan untuk menegakkan Qishash adalah karena beberapa pertimbangan, diantaranya : Pertama, para pelaku pembunuh Ustman adalah sekelompok orang dalam jumlah yang besar. Mereka kemudian berlindung di suku masing-masing atau mencari pengaruh agar selamat dari hukuman. Memanggil mereka untuk diadili sangat tidak mungkin. Jalan satu-satunya adalah dengan kekuatan. Dan Ali menilai memerangi mereka dalam kondisi negara sedang tidak stabil sudah pas

Kisah Siti Ummu Ayman RA Meminum Air Kencing Nabi Muhammad SAW

Di kitab Asy Syifa disebutkan bahwa Kanjeng Nabi Muhammad SAW punya pembantu rumah tangga perempuan bernama Siti Ummu Ayman RA. Dia biasanya membantu pekerjaan istri Kanjeng Nabi dan nginap di rumah Kanjeng Nabi. Dia bercerita satu pengalaman uniknya saat jadi pembantu Kanjeng Nabi. Kanjeng Nabi Muhammad itu punya kendi yang berfungsi sebagai pispot yang ditaruh di bawah ranjang. Saat di malam hari yang dingin, lalu ingin buang air kecil, Kanjeng Nabi buang air kecil di situ. Satu saat, kendi pispot tersebut hilang entah ke mana. Maka Kanjeng Nabi menanyakan kemana hilangnya kendi pispot itu pada Ummu Ayman. Ummu Ayman pun bercerita, satu malam, Ummu Ayman tiba-tiba terbangun karena kehausan. Dia mencari wadah air ke sana kemari. Lalu dia nemu satu kendi air di bawah ranjang Kanjeng Nabi SAW yang berisi air. Entah air apa itu, diminumlah isi kendi itu. Pokoknya minum dulu. Ternyata yang diambil adalah kendi pispot Kanjeng Nabi. Dan yang diminum adalah air seni Kanjeng Nabi yang ada dal

Daun Pepaya Jepang, Aman Untuk Pakan Kambing di @kapurinjing

Abuya Syar'i Ciomas Banten

''Abuya Syar'i Ciomas(banten)" Abuya Syar'i Adalah Seorang Ulama Yg Sangat Sepuh. Menurut beliau sekarang beliau telah berrusia lebih dari 140 tahun. Sungguh sangat sepuh untuk ukuran manusia pada umumnya. Abuya Sar'i adalah salah satu murid dari syekh. Nawawi al bantani yg masih hidup. Beliau satu angkatan dengan kyai Hasyim asy'ary pendiri Nahdatul ulama. Dan juga beliau adalah pemilik asli dari golok ciomas yg terkenal itu. Beliau adalah ulama yg sangat sederhana dan bersahaja. Tapi walaupun begitu tapi ada saja tamu yg berkunjung ke kediamannya di ciomas banten. Beliau juga di yakini salah satu paku banten zaman sekarang. Beliau adalah kyai yg mempunyai banyak karomah. Salah satunya adalah menginjak usia 140 tahun tapi beliau masih sehat dan kuat fisiknya. Itulah sepenggal kisah dari salah satu ulama banten yg sangat berpengaruh dan juga kharismatik. Semoga beliau senantiasa diberi umur panjang dan sehat selalu Aaamiiin... (FM/ FB )