Sabtu, 22 April 2017

Krisis Semenanjung Korea, Kapal Induk Amerika Justru Menjauhi Korea Utara

Kapal Induk USS Carl Vinson
Forum Muslim -- Selama lebih dari seminggu media-media massa dunia mengabarkan bahwa Amerika telah mengirim gugus tempur kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea. Namun, alih-alih kapal induk tersebut justru bergerak menjauhi Korea. Demikian laporan Christopher P. Cavas di situs Defense News, 17 April.

"Alih-alih, armada kapal-kapal itu beroperasi beberapa ratus mil di selatan Singapura, berpartisipasi dalam latihan dengan pasukan Australia di Samudra Hindia," tulis laporan itu.

Pada hari Sabtu (15 April), kapal induk USS Carl Vinson terlihat melintasi Selat Sunda yang memisahkan Laut Jawa dan Pulau Sumatera setelah sebelumnya berlabuh di Singpura. Alih-alih berlayar ke utara menuju Korea, kapal induk ini justru berlayar ke selatan. Dan pada saat ini kapal induk ini masih berada ribuan mil dari Semenanjung Korea.


Para pejabat Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbor maupun di Washington menolak berkomentar perihal pergerakan kapal ini selain membenarkan pergerakan saat melintasi Selat Sunda, yang gambarnya beredar di media-media sosial.

Gugus tempur USS Carl Vinson pada bulan Maret lalu berada di perairan Korea, terlibat latihan tempur dengan Korea Selatan bertajuk 'Korean Foal Eagle'. Media-media Korea Selatan berspekulasi bahwa kapal ini akan kembali berada di Korea pada tanggal 25 April. Sejumlah media juga berspekulasi bahwa setidaknya tiga gugus tempur kapal induk akan bergerak ke perairan Korea. Namun hal ini dibantah para pejabat Amerika.

Spekulasi menyebutkan kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Nimitz akan bergabung dengan USS Carl Vinson. Reagan saat ini masih dalam perawatan di Yokosuka hingga bulan Mei. Sedangkan Nimitz masih dalam persiapan operasi di pangkalannya di Bremerton, Southern California. Kapal induk ini dijadwalkan untuk menggantikan tugas Carl Vinson di barat Pasifik.

Kembalinya Carl Vinson ke Korea diperintahkan pada tanggal 8 April oleh Admiral Harry Harris, komandan Komando Pasifik angkatan bersenjata Amerika. Pada 11 April Menhan James Mattis, setelah bertemu Admiral Harris di Washington, menegaskan kembali perintah tersebut.(ca)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini