Sabtu, 22 April 2017

Klarifikasi Mantan KA BAIS Laksamana SB Ponto Mengenai tulisan Allan Nairn Di Beberapa Media Online

Laksamana SB Ponto

  1. Terkait artikel sdr Allan Nairn di The Intercept dan diterjemahkan oleh tirto.id, saya akan sampaikan penjelasan saya. Saya akan gunakan versi Bahasa yang dimuat di tirto.id.
  2. Pertama, sebagai orang dengan latar belakang intelijen, apa yang saya sampaikan selalu berdasar fakta, bukan asumsi.
  3. Benar saya diskusi dengan sdr Allan Nairn. Tema diskusinya tentang Agus Yudoyono (AHY) yang ikut kontestasi pilkada DKI Jakarta. Sekali lagi diskusibukan permintaan resmi wawancara.
  4. Dalam diskusi tersebut, sdr Allan bertanya apakah seorang dengan pangkat Mayor cukup “kuat” untuk ikut pilgub DKI. Saya bilang kalau Mayor murni tentunya tidak cukup “kuat”.
  5. Lalu kenapa AHY “kuat”? Saya bilang, Yah karena sebagai anak SBY, dapat dipastikan bahwa ia dibantu SBY. Adalah wajar kalau seorang ayah membantu putranya.
  6. Bagaimana dukungan para purnawirawan terhadap SBY? Sebagai purnawirawan sangat mungkin akan mendukung SBY dalam mewujudkan tujuan politik anaknya. Terlebih di militer ada l’esprit de corp. ada sentimen angkatan juga. Jadi wajar jika ada dukungan dari para purnawirawan.
  7. Dari mana diketahui dukungan itu? Saya jawab dari percakapan di WAG OSG sangat terlihat dukungan kepada aSBY.
  8. Bahwa dikatakan SBY secara tidak langsung menyumbang untuk aksi protes FPI lewat masjid dan sekolah, itu adalah kesimpulan dari sdr Allan Nairn.
  9. Saya hanya mengatakan bahwa seorang AHY yang sedang berkontestasi di pilgub, ketika berkunjung ke masjid apakah hanya sekedar datang dan sholat? Silaa tafsirkan sendiri.
  10. Lalu terkait adanya purnawirawan yang ditangkap karena akan melakukan Makar. Apakah ada rencana Makar? Saya bilang, Makar itu hanya alasan petugas untuk menangkap para aktifis pada saat terjadi aksi 212.
  11. Dan bagi saya, penangkapan itu wajar mengingat ada jutaan orang di jalan tentunya ada potensi chaos, berkaca pada aksi 411
  12. Hemat saya, para aktivis yang ditangkap dengan alasan makar nanti bisa membela diri di pengadilan..
  13. Terkait statement saya bahwa “sasarannya sebenarnya adalah Jokowi”, Saya tegaskan lagi, saat itu kami diskusi soal situasi aksi 411 dan 212. Faktanya adalah sasaran aksi ke Istana Merdeka, dimana demonstran menuntut Jokowi memecat Ahok. Saya katakan, ini menjadi pressure bagi RI-1.
  14. Lalu dikatakan bahwa People Power sudah ada yang mengongkosi dan militer tinggal tidur, saya tegaskan ini adalah kesimpulan sdr AllanSaya tidak bicara soal hubungan militer dengan makar.
Demikian penjelasan saya. Mari tetap jaga NKRI, Pancasila, Konstitusi, dan kebhinekaan kita. (cj)
-----------------------------------------------------------------------------------------
Catatan : Allan Nairn itu Jurnalis BODREX, yang sudah tidak Terpakai di Amerika, dia di banned Amerika krn tidak memiliki ETIKA, tapi disini dia ada yg pelihara ( Wawat Kurniawan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini