Minggu, 19 Maret 2017

Kontroversi Terusan Kra di Thailand

Terusan Kra - File Keyword-suggestions.com
Forum Muslim - Apa persiapan INDONESIA menghadapi Masalah ini? Atau cukupkah kita dengan NETRAL saja krn itu Bukan Urusan kami... Cukupkah dengan MELAMBAI sbg tanda persahabatan? Mirip para BANCI LGBT? Melambai bukan tanda Persahabatan TONK, Melambai tanda kita Menyerah...padahal kita belum berbuat sesuatu...
Ini masalah SERIUS bagi masa depan BANGSA INDONESIA...dgn TIDAK BERBUAT APA2 = NETRAL memang mampu memyelamatkan KELUARGAMU TAPI BAGAIMANA dengan Kita? Anak2 Kami dan Orang tua kami...juga BANGSA KITA
Itu sebabnya KAMI BUTUH PRIA utk BERSIKAP
Indonesia di bunuh Thailand tahun 2025
----------------------------------------------------------
Tahukah kalian klo sekarang sedang berlangsung proyek raksasa yg di thailand sana yg akan membunuh indonesia dan proyek ini sudah di mulai tahun 2015 kmrn dan akan selesai tahun 2025 nanti.
Proyek raksasa ini bernama Canal Kra (terusan Kra), terusan ini akan sepanjang 120 Km dan selebar 500 meter, dan akan memotong jalur laut dari laut china selatan menuju samudera hindia.
Terusan Kra ini akan membunuh ekonomi 3 negara yaitu Indonesia, Singapura, dan Malaysia yg selama ini di kenal sebagai negara yg menguasai selat malaka yg merupakan jalur lalulintas utama kapal dari samudera hindia ke samudera pasifik
Hal ini terjadi karena terusan Kra ini akan menjadi jalan pintas, sehingga banyak kapal tidak akan lagi lewat selat malaka dan hasilnya bisa di pastikan berimbas kepada pemasukan 3 negara penguasa selat malaka.
Sebagai perbandingan hari ini hampir 80.000 kapal cargo melewati selat malaka atau sekitar 220 kapal perhari yg tiap kapalnya memerlukan biaya sekitar 300.000 dollar atau 4 milyar rupiah sekali melintas jadi klo terusan Kra jadi maka bisa di bayangkan berapa besar kerugian 3 negara tersebut terutama indonesia dan sialnya kerugian 3 negara ini justru akan dikonversi menjadi keuntungan bagi Thailand yg menguasai terusan Kra tersebut. Bahkan menurut skenario terburuknya indonesia yg akan menderita kerugian terburuk klo sampai selat malaka tutup kita akan merugi sekitar 11 milyar dollar pertahun atau 143 triliun pertahun.
Terusan Kra ini sendiri pasti akan sangat ramai dan diminati para pengusaha cargo dan kapal tangker, selain karena bisa memperpendek jarak yang hanya 1.200 mil laut ketimbang memutari selat malaka, ditambah di selat malaka juga memiliki resiko yg jauh lebih besar karena di daerah ini sering nongkrong para perompak selat malaka yg sudah terkenal selama berabad2 menyatroni perairan ini, dan hal ini di perburuk sekarang gerombolan teroris macam Abu sayyaf juga sering menculik dan menjarah kapal2 di daerah selat malaka ini. dan semua hal ini semakin lengkap dengan tingkat korupsi dan birokrasi yg sangat kacau di selat malaka ini karena melibatkan birokrasi di 3 negara sekaligus dan semua hal konyol ini di tutup dengan kemampuan armada laut 3 negara (malaysia, indonesia, dan singapura) yg masih memiliki banyak keterbatasan yg hal ini tidak akan di temui di terusan Kra karena di terusan ini nantinya China akan menempatkan pangkalan besarnya bila perebutan Laut china selatan dimenangkan oleh China, (untuk masalah ini Thailand jauh hari sudah menggandeng china bahkan pemerintah Thailand sudah membagi pengelolaan terusan Kra ini dengan china).
Jadi bisa di pastikan saat terusan Kra nanti di buka tahun 2025 semua jalur pelayaran akan melewati jalur itu saja ketimbang melewati selat malaka yg tidak lagi menguntungkan. dan hal ini pasti mematikan industri2 kargo di pelabuhan besar indonesia seperti Tanjung Priuk, Tanjung Perak, pelabuhan Belawan, pelabuhan Tanjung Api-api, pelabuhan Makassar, pelabuhan Kuala Tanjung, Pelabuhan Subang, Pelabuhan Trisakti, dll
Dan lucunya kita di sini masih memperdebatkan masalah sentimen agama dan ras melulu antar sesama kita, padahal di luar sana negara2 lain sudah bersiap2 mau membunuh kita ... pola fikir kita memang masih Primitive dan tertinggal jauh  [Mudzakir Ruslan@kompasiana]

2 komentar:

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini