Jumat, 13 Januari 2017

Misteri Pembunuhan Ritual Yahudi [3]



Memahami kekejian Yahudi

Untuk memahami mengapa orang-orang Yahudi suka melakukan pembunuhan ritual, orang harus memahami watak dan kharakter mereka dengan melalui sejarah.

Sejarahwan Dio Cassius, dalam buku sejarahnya yang ke-78 bab 32 menceritakan kekejian orang-orang Yahudi dalam peristiwa pemberontakan terhadap Romawi tahun 117:

"Saat itu orang-orang Yahudi di Cyrene (sekarang Tripoli, Libya), memilih seorang pemimpinnya bernama Andreas, membantai semua orang-orang Romawi dan Yunani, mencabik-cabik tubuh, meminum darahnya, menjadikan kulitnya sebagai pakaian, dan sebagiannya digergaji menjadi dua dari kepala ke selangkangan. Sebagian dilemparkan ke kandang binatang buas, dan sebagian lagi dipaksa untuk bertarung hingga mati. Sebanyak 220.000 orang tewas dibantai. Di Mesir mereka melakukan hal-hal yang sama, juga di Cyprus, dipimpin oleh Artemion, di sana mereka membantai 40.000 orang."

Pada tgl 17 September 1936 koran Daily Mail menuliskan kekejaman tentara komunis dalam Perang Sipil Spanyol sbb:

"Baena, Cordoba: Sembilan puluh satu pembunuhan, sebagian besar dengan tembakan, pukulan kampak, atau cekikan. Sebagian dibakar hidup-hidup. Dua orang suster yang diseret dari gereja Maria, dipaku matanya dengan medali bergambar bunda Maria yang biasa dikenakannya."

Atau kesaksian William Dudley Pelley, wartawan Amerika simpatisan komunism yang menyaksikan langsung kekejian orang-orang komunis Sovyet terhadap warga Rusia yang mayoritas adalah pemeluk Kristen yang taat: anak-anak sekolah dan gurunya ditembaki di dalam kelas seperti binatang hingga darah dan cairan otak tercecer hingga langit-langit, para petani termasuk wanita dan anak-anak ditembak kepalanya dan kemudian disalib di pintu rumah. Semua itu terjadi hampir di seluruh pelosok Rusia hingga puluhan juta warga kristen Rusia tewas selama revolusi komunis dan beberapa tahun setelahnya. Karena kekejian itulah maka Pelley berubah pandangan politiknya menjadi sangat anti-komunis.

Dan kekejian Pol Pot di Kamboja dan PKI di Indonesia? Menyembelihi orang seperti binatang. Mereka hanya meniru tuannya, kaum komunis Sovyet yang semuanya adalah orang-orang Yahudi.

Semua itu bisa menjelaskan mengapa tentara Israel dengan santai membunuhi rakyat sipil Palestina di siang bolong dan di hadapan miliaran pasang mata umat manusia se-dunia. 

Baru-baru ini angkatan bersenjatan Israel memproduksi dua macam kaos singlet yang digunakan untuk para tentaranya. Di kaos pertama tergambar seorang wanita Palestina yang tengah hamil di dalam lingkaran teleskop senjata laras panjang. Di bawah lingkaran terdapat tulisan: "Satu sama dengan dua". Maksudnya adalah jika tentara Israel menembak seorang wanita Palestina yang tengah hamil, maka ia telah "berhasil" menembak dua orang musuh sekaligus.

Gambar di kaos kedua tidak kalah mencengangkan. Seorang anak kecil Palestina di dalam lingkaran teleskop senjata laras panjang. Di bawahnya tertulis: Anak-anak Palestina lebih bernilai (karena lebih sulit ditembak).

Yah, angkatan bersenjata Israel mengkonfirmasi tuduhan masyarakat internasional bahwa mereka telah sengaja membantai perempuan dan anak-anak Israel.

Antara peristiwa pemberontakan di Cyrene hingga munculnya komunisme dan pembantaian rakyat Palestina terhempang jarak waktu hampir 2.000 tahun. Namun kekejian itu tidak banyak berubah.


Tidak semua yahudi


Tidak semua orang yahudi berhati keji. Gilad Altzmon (musisi jazz dan penulis, tinggal di Inggris), Bobby Fischer (juara dunia catur dari Amerika, meninggal di pengasingan di Eslandia), dan Victor Ostrovsky (mantan agen rahasia Mossad, kini menjadi penulis dan tinggal di Kanada) adalah orang-orang yahudi yang menentang kekejian kaumnya. Dan masih ada ribuan orang yahudi lainnya seperti mereka. 

Perlu dipahami bahwa Yahudi, sebagaimana Islam, bukanlah suatu ras. Kaum yahudi terdiri dari beberapa sub ras: kulit putih, merah, kuning, kulit hitam, dan campuran antar-ras. Yahudi Melayu pun ada.

Di antara sub ras-sub ras pembentuk bangsa yahudi tersebut terdapat dua sub ras yang paling dominan, yaitu sephardin dan askhenazi. Yang pertama adalah yahudi campuran dengan ras kulit putih Eropa barat seperti Spanyol, Italia, Perancis, dan Inggris. Sedangkan askhenazi adalah yahudi campuran dengan ras Armenoid atau disebut juga Hither Asiatic yang tinggal di sekitar Turki sekarang. Yahudi askenazi selanjutnya melakukan ekspansi ke barat hingga Polandia dan Jerman berhadap-hadapan dengan yahudi sephardin di sebelah baratnya.

Yahudi sephardin dikenal juga sebagai "yahudi bangsawan" karena warna kulitnya yang lebih putih, lebih intelek dan sopan. Sedangkan yahudi azkhenazi dikenal juga sebagai "yahudi jelata" karena warna kulitnya yang lebih gelap, kurang berpendidikan dan kasar tingkah lakunya. Satu lagi, yahudi ashkenazi cenderung berhidung panjang dan bengkok serta alis lebih tebal.

William Dudley Pelley dengan sangat jitu menulis hubungan antara kedua sub ras yahudi terbesar tersebut dalam papernya yang berjudul "Dupes Of Judah - A Challenge To The American Legion". Menurut Pelley antara kedua sub ras tersebut terdapat persaingan tajam, meski dalam menghadapi gentile (non-yahudi) mereka selalu bekerjasama. Istilah "kike" (atau yahudi hitam) yang sampai saat ini masih banyak digunakan, sebenarnya bahkan diciptakan oleh yahudi sephardin untuk menghina yahudi askhenazi.

Persaingan antara keduanya sedemikian kerasnya hingga mereka merekayasa beberapa peristiwa peperangan besar untuk saling berebut pengaruh dunia seperti Perang Krim, Perang Dunia I dan Perang Dunia II.

Kalau ashkenazi menyukai pembunuhan brutal sebagaimana dilakukan orang-orang komunis, yahudi sephardin lebih menyukai tindakan lebih elegan seperti dengan menggunakan pistol atau bom atom. 

Namun so'al apakah yahudi ashkenazi atau sephardin yang melakukan pembunuhan ritual, tampaknya tidak bisa dibedakan. Di Inggris di mana orang-orang yahudinya dari sub ras sephardin, pembunuhan-pembunuhan ritual juga sering terjadi. 


Tradisi dan Budaya


Kebiasaan kaum yahudi melakukan pembunuhan ritual dapat dilacak hingga pada jaman nabi Ibrahim yang pernah bermaksud menyembelih putranya Ismail sebagai persembahan kepada Tuhan. Saat itu Tuhan mencegahnya dengan mengganti Ismail dengan domba. Maka sejak itu semua nabi kaum yahudi keturunan Ibrahim melarang pembunuhan untuk ibadah. 

Namun sebagaimana kebiasaan kaum yahudi yang suka membangkang, larangan tersebut dilanggar. Bahkan beberapa nabi, yang terkenal adalah nabi Zakharia dan Yahya (Johannes Pembaptis), justru dibunuh oleh mereka. Dalam cerita Islam nabi Zakharia digergaji dan nabi Yahya dipenggal kepalanya. 

Jewish Encyclopedia (1904, Vol. VIII) menulis: "Faktanya, sekarang secara umum diterima oleh para ahli yang kritis, adalah bahwa pada hari-hari terakhir kerajaan (yahudi), pengorbanan manusia diberikan untuk Yhwh (tuhannya orang Yahudi) dan bahwa para nabi menentangnya..."

Kaum yahudi mempunyai beberapa hari raya, yang anehnya tidak berkaitan dengan kewahyuan atau kenabian, melainkan berkaitan dengan sejarah. Di antaranya purim, passhover, dan yom kippur. 

Hari raya dimana biasa disertai dengan pembunuhan ritual terhadap orang-orang non-yahudi adalah purim dan passover. Purim jatuh sekitar bulan Februari, dan passover sebulan setelahnya. Yang pertama adalah hari peringatan bebasnya yahudi dari penindasan Haman, penguasa keji Kerajaan Parsia. Sedangkan yang kedua adalah peringatan bebasnya yahudi dari penindasan firaun Mesir.

Pada hari-hari raya tersebut biasanya orang-orang yahudi melakukan puasa selama beberapa hari. Di hari terakhir mereka merayakan dengan pesta. Dalam pesta tersebut biasanya dilakukan pesta makan besar-besaran disertai caci-maki terhadap "memori" haman. Sampai sekarang pun orang-orang yahudi masih suka membuat kue berbentuk telinga yang disebut sebagai telinga haman dan menjadi makanan kesukaan para hari raya purim.

Pada pembunuhan ritual purim biasanya dibutuhkan darah orang kristen atau Islam dewasa sebagai campuran makanan mereka. Darah tersebut sebelumnya dikeringkan terlebih dahulu dan bubuknya digunakan sebagai campuran bahan makanan. Terkadang bubuk darah kering yang tersisa digunakan sebagai bahan makanan untuk pesta hari raya passover yang jatuh sebulan setelahnya.

Jika pembunuhan ritual dilakukan di hari passover, darah anak kecil kristen atau islam dibutuhkan. Biasanya berumur kurang dari 7 tahun. Terkadang korbannya disunat, disalib, dikenakan mahkota duri dan terakhir ditombak di pinggangnya sebagaimana dilakukan terhadap Yesus pada waktu penyalibannya.

Hari raya lainnya yang biasanya membutuhkan darah orang-orang goyim (non-yahudi) adalah Chanucah yang jatuh pada bulan Desember, sebagai hari peringatan atas pemberontakan yahudi atas penguasa Yunani (penerus Alexander Agung) tahun 165 SM. Saat itu orang-orang Yahudi di bawah kepemimpinan Maccabees berhasil merebut Jerussalem dari tangan orang-orang Yunani sebelum akhirnya dirampas kembali oleh orang-orang Romawi.

Meski kebencian kepada non-yahudi menjadi dasar utama pembunuhan ritual di hari raya yahudi, kepercayaan-kepercayaan tak berdasar dan takhayul juga turut berperan. Banyak orang-orang yahudi percaya bahwa tanpa melakukan pembunuhan ritual mereka tidak akan menjadi bangsa yang jaya.

Pembunuhan-pembunuhan politik seperti yang terjadi pada Tsar Rusia dan keluarganya diduga kuat juga bermotif agama. Hal ini terlihat dengan adanya beberapa simbol agama yang ditinggalkan para pembunuhnya. [ Indonesian Free Press]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini