Rabu, 25 Januari 2017

Stockholm Syndrome


Sindrom Stockholm adalah respon psikologis dimana dalam kasus-kasus
tertentu para sandera penculikan menunjukkan tanda-tanda kesetiaan
kepada penyanderanya tanpa memperdulikan bahaya atau risiko yang telah
dialami oleh sandera itu. 

Sindrom ini dinamai berdasarkan kejadian perampokan Sveriges Kredit bank di Stockholmpada tahun 1973. Perampok bank tersebut, Jan-Erik Olsson dan Clark Olofsson, memiliki senjata dan menyandera karyawan bank dari 23 Agustus sampai 28 Agustus pada tahun 1973. Ketika akhirnya korban dapat dibebaskan, reaksi mereka malah memeluk dan mencium para perampok yang telah menyandera mereka. Mereka secara emosional menjadi menyayangi penyandera, bahkan
membela mereka. Sandera yang bernama Kristin bahkan jatuh cinta
dengan salah satu perampok dan membatalkan pertunangan dengan pacarnya
setelah dibebaskan.Istilah sindrom Stockholm pertama kali
dicetuskan oleh kriminolog dan psikiater Nils Bejerot, yang membantu
polisi saat perampokan.(wikipedia)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini