Kamis, 29 Desember 2016

Tahun 2016 Menjadi TahunTerpanas Bagi Bumi Sejak 122 Tahun Lalu


Tahun 2016 hampir berganti. Tahun ini disebut-sebut sebagai tahun yang
cukup ekstrim dalam perubahan iklim.
Meskipun banyak keberhasilan di bidang lingkungan tahun ini seperti
Perjanjian Paris, tahun 2016 memiliki banyak cerita buruk mengenai
perubahan iklim dan pemanasan global. Dilansir dari Live Science,
tahun 2016 merupakan tahun terpanas dengan konsentrasi karbon dioksida
yang paling tinggi.

Akan Ada Tambahan 1 Detik di Pengujung Tahun 2016 , Kok Bisa?
Tahun 2016 menjadi tahun terpanas sejak 122 tahun lalu. Pada
pertengahan tahun 2016, Badan Antariksa AS (NASA) mengumumkan bahwa
pada periode Januari-Juni mencetak rekor suhu paling panas. Pada bulan
Juli dan Agustus juga merupakan bulan terpanas sejak 136 tahun lalu.
Pada bulan November, rata-rata suhu global mencapai 1,2 derajat
celcius lebih tinggi dibandingkan era sebelum industri.

Para ilmuwan memperkirakan tahun ini konsenstrasi karbon dioksida di
atmosfer akan melewati 400 ppm. Angka ini sebagai pertanda perubahan
iklim yang cukup parah. Sejak revolusi industri, manusia telah
menambahkan karbon doksida, lebih banyak dibandingkan jumlah yang bisa
diserap oleh tumbuhan. Proses ini menambah efek gas rumah kaca dan
meningkatkan suhu Bumi.

Tahun 2016 juga disebut-sebut sebagai tahun rusaknya terumbu karang
yang paling parah sepanjang sejarah. Peneliti dari Badan Riset
Autralia mengamati lebih dari 500 terumbu karang yang tersebar di
sepanjang 4.000 km menunjukkan bahwa mayoritas terumbu karang
mengalami kerusakan yang parah. Terumbu karang mengalami pemutihan.
Lebih dari setengah karang di garis pantai Australia sepanjang 320 km
diperkirakan akan segera mati. [ROL]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini