Rabu, 07 Desember 2016

Sebuah catatan Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki Menuju Jakarta Untuk Melakukan Aksi Super Damai 212 (2)











Selepas berjamaah solat duhur saya rapat kecil dengan adik-adik dan
pengurus santri senior bertempat di beranda depan rumah, mulailah kita
membagi tugas,

- H. Agus malik (Zieguz Maliex) diberi amanah untuk mobilisasi masa,
- H. Saepul khiyar (Aspri Bu Ipah) sebagai pengatur peta Jalan,
- Hj. Ima rohimah (deza Deza Azra Aurora) sebagai kordinator santri,
- H. Daais nurul wahidah ( Umu Sofwa) istri saya sebagai Tim logistik,
- H. Cece bahrul ulum (Uwa Anom) sebagai Tim dokumentasi,
- H. Ucu sebagai kordinator medis,
Dan ditambah lagi kepanitiaan dari luar.

Rapat hanya sebentar semua langsung bergerak sesuai peran
masing-masing karena kita dikejar waktu, arsenal perang dalam
perjalanan disiapkan, pita merah putih langsung pesan ke tukang jahit,
dudukuy cetok (topi caping) beli sekitar 1000 lebih, santri dilibatkan
untuk mengecat dudukuy dengan warna merah putih, sebagian santri
nebang pohon bambu ke kebun untuk bikin tongkat, hari itu hari yang
sangat sibuk bagi para santri, sesekali saya telpon kesana kemari
mengecek kesiapan yang mau gabung sambil jalan- jalan mengecek istri
di dapur umum yang lagi mimpin santri putri bikin buras untuk bekal
para mujahid.

Tibalah waktu berjamaah solat ashar saya baru ngeuh banyak kendaraan
yang datang ternyata itu jemaah alumni pesantren untuk kajian rutin
bulanan setiap senin ke 4, mendadak suasana menjadi riuh menambah
kesibukan para santri, malamnya bada magrib saya ngisi kajian
tajkiyatunafsy rutin dilanjutkan kajian bada isya super sibuk pokonya,
bada subuh dilanjut kajian khusus alumni miftahul huda 2 (HAMIDU) ada
sekitar 500 orang bahasannya Kitab Hikam dan Madzahibul Arbaah
(perbandingan madzhab fikih). Di situ saya sampaikan acara kita pada
alumni disertai motivasi pentingnya semangat jihad.

Senin pagi jam 06.30 di luar mesjid santri sudah ramai persiapan dan
adik saya melakukan pengarahan berkaitan persiapan teknis
keberangkatan dan perlengkapan yang harus dibawa, topi cetok merah
putih siap dipakai walaupun catnya masih basah, pita merah sudan
dililit, ransel mereka sudah di punggung, posisi semua menunggu
komando berangkat.

Saya bergegas menutup pengajian alumni dan persiapan perlengkapan,
telepon terus berdering banyak yang tidak terangkat, Ada KH. Kamaludin
dari Manhajul Ulum nyambung di telpon beliau sudah siap dengan 300
santri nunggu dijalan, wadduh saya belum mandi belum sarapan padahal
pasukan sudah siap,, datanglah Mobil back terbuka yang sudah dipesan
sekitar 100 armada plus 10 Mobil truck (semuanya modal sendiri) dan
tak perlu saya bersumpah semuanya didatangkan untuk mengangkut santri
ke pusaat kota ciamis,, mulai tuhh saya kalutt
Sambil lari kecil saya menghidupkan Mobil pribadi dan mnyimpan pakaian
ala kadarnya, Santri sudah tidak sabar untuk diberangkatkan saya
menuju Mobil komando, mulailah saya berikan arahan pekikan
istidduuu,,, dijawab serempak labbaikk 3x ,,takbir,,,, Allohu Akbar
berkali-kali darah mereka sudah naik ke ubun-ubun serasa suasana
perang badar hadir di komplek Pesantren Miftahul Huda 2, kalimah
thoyyibah menjadi mabda kami dalam memberangkatkan ribuan santri,
mualailah ratusan Mobil itu merayap berjalan keluar komplek pesantren.
tetangga kita bertanya,,, barade kamana rombongan seueur-seueur teuing
(mau kemana rombongan banyak sekali???) Tanda Tanya bagi masyarakat yg
terlewatiii,,,,,
Pengen tau jawabannya???? Bersambung
(sumber : facebook.com/nonop.hanafi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini