Sabtu, 10 Desember 2016

Sebuah Catatan Ide Gila Santri Ciamis Jalan Kaki Menuju Jakarta Untuk Melakukan Aksi Super Damai 212 (8)












Selepas berjamaah saya merebahkan diri ke karfet Yang empuk enak
rasanya kalau langsung tidur,,, namun belum satu menit banyak orang
disekeliling Yang menunggu ditanya satu petsatu ternyata awak media
Dan para dermawam Yang menanyakan rute Dan jumlah peserta longmarc
Yang tersisa mereka siap kordonasi dengan rekan rekan untuk
memyediakan logistik sepanjang perjalanan. Saya memgiyakan Dan
memghaturkan terima ksihh tidak banyak ngomong karena rasa ngantuk
Yang sngat kuat,,, selang beberapa menit seluruh peserta diumumkan
masuk mesjid kita berikan arahan Dan spirit,, seperti biaasa pikikan
ista'iduuuu, semua serempak labbaik,,, takbiir,,, allohu akbarr suara
mereka bergemuruh memenuhi ruangan masjid,, Tiba Tiba diluar terdengar
suara gemuruh turun hujan lebat sekalii ,,,semua terdiam,,, saya
lanjut apa cukup sampai disini, lanjuuuut merka mnjawab, tidal takut
hujan?? Tidaaaaaak,, tidal takut kedinginan?? Tidakkkkk, padahal waktu
menunjukan pukul 19.30,,,akhirnya diputuskan rombongan tetap Jalan
walau hujan Dan gelap,, semua dianjurkan memakai jas hujan pelastik
Yang telah dibagikan , mulai lagi kita berjalan menyusuri Jalan
ditengah dingin hujan Yang mengguyur Dan gelapnya malam,,


Waktu menunjukan pukul 19.00 ,,kafilah pejalan kaki terus melangkah
ditengah guyuran hujan gelap malam makin pekat sesekali sorot lampu
Mobil mengenai wajah wajah lugu Yang berselinap dibalik topi caping
bercat merah putih,, tak ada suara Yang keluar dari mulut mulut mereka
khusyu berjalan, paling sesekali terdengar sayup sayup alunan ayat
suci alquran dari Mobil komando ,dipinggir Jalan jarang masyarakat
Yang ditemukan berjejer karena hujan Turun sangat lebat kebetulan
dikiri kanan Jalan agak jarang rumah pendudukk itulah saat paling
berat Yang dialami para kafilah,,, beberapa jam berjalan tibalah kita
dipasar lewo garut suasana sunyi berubah menjadi ramai masyarakat
sekitar pasar menyambut kami dengan pekikan allohu Akbar ,,banyak
sekali masyarakat berkumpul disitu seorang ibu mendekati kami,,, pa
ini ada titipan dari warga pasar tadi mereka menunggu sejak duhur,,
kami ingin termasuk orang orang Yang membela agama,, kata siibuu
,sambil mengusap pipinya Yang basah oleh air mata campur air hujan,,
matanya berkaca kaca memandangi kamii,, bahkan ada diantara pedagang
pasar yg memberikan belasan payung Dan lampu senter untuk anak anak
santri , kami mengucapkan syukur Dan terima kasihh pada masyarakat
Yang menyambut kamii sambil pamitan untuk melanjutkan
perjalanan,,handpone tak Henti hentinya bedering begitu diangkat
semuanya kebanyakan dari wartawan Yang menanyakan,, kang Sudah sampai
mana rombongan? Terus mau istirahat dimana? Kita mau meliputt,,ujar
seorang wartwan ,,semua pertanyaan dijawab dengan sabar Dan telaten
kalaupun agak kesel juga karena saking banyaknya telpon Yang masuk ,,
sangat berat sekali terasa perjalanan malam rabu itu karena lelah
ngantuk dingin Dan baju basah bercampur menjadi satu tantangan Yang
harus ditaklukan,, namun tekad Yang membara lah Yang membuat kami
terus melangkah,, dalam hati kami berkata " inimah belum seberapa Dan
belum ada apa apanya dibandingkan dengan perjalanan Rosululloh dari
makkah menuju madinah dalam menyebarkan dakwah sembari dikejar kejar
musuhh,,, keyakinan Dan rasa itulah Yang selalu menjadi obat sepanjang
Jalan.



Saya Jalan agak cepat kedepan mendekati Mobil komando ,,buru buru
ambil mikropon,,, apakah masih kuat berjalan sampai kampung nagreg?
Atau kita berhenti disini,, serempak semua mnjawab
lanjuuuutttt,,,takbiiirr allohu Akbar allahu Akbar,, saya berusaha
menyemangati peserta padahal jujur jangankan peserta saya sekalipun
sebenarnya Sudah sangat lelah Dan ngantuk badan menggigil ditambah
bersin Yang tidal berhenti epek dari kecinginan,,, ayunan langkah
terus berlanjut waktu di hp menunjukan pukul 21.00 ,,didaerah sebelum
limbangan kami dapati kerumunan santri Dan laskar fpi menyambut kami
dengan alunan solawat badar Dan tabuhan marawis has anak pesantren,
sebagian mereka siap gabung dengan kafilah kami dari ciamis, kami
saling menyapa bersalaman dengan erat sehingga semangat peserta naik
kembali beberapa persen suasana menjadi hangat kembali karena hujan
mulai reda ,rombongan bertambah jumlahnya derap langkah malam itu
makin bersemangat,, kira2 pukul 11 malam tibalah kami dikampung nagreg
sebuah reest area plus rumah makan milik pengusaha asal rajapolah
tasikmalaya ,,kami disambut banyak orang dengan senyum ukhuwah Dan air
mata haru yg mucul dari iman ,,suasana ramai sekali dengan kaum anshor
asal Bandung Dan wartawan Sudah menunggu dari
tadi,https://www.facebook.com/nonop.hanafi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Seluruh atau sebagian artikel yang terbit di Situs kami tidak otomatis mempresentasikan suara umat islam secara keseluruhan. Setiap tanggapan, sanggahan atau komentar Anda dapat disampaikan ke kolom komentar di bawah ini